SURYA.CO.ID, SURABAYA - Juara bertahan Piala Presiden, Port FC akan menghadapi Persebaya Surabaya di laga mendatang dengan mati-matian jika ingin lolos ke semifinal.
Port FC akan jalani laga berat melawan Persebaya sebagai tuan rumah sebagai penentuan karena mereka hanya bermain imbang di laga kedua saat menghadapi Persija.
Klub asal Thailand itu harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata usai ditahan imbang Persija Jakarta akibat kehilangan fokus di tengah sengitnya persaingan fase grup Piala Presiden 2026.
Kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol itu memaksa wakil Thailand itu menunda kepastian melangkah ke babak semifinal.
Situasi makin pelik setelah badai cedera mulai mengintai kesiapan fisik para pemain menjelang laga penentu berikutnya.
Baca juga: Rahasia Comeback Persija Jakarta Tahan Port FC dengan Skor Akhir 2-2, STY Singgung Mentalitas
Tim juara bertahan Piala Presiden, Port FC bermain imbang 2-2 dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (29/7/2026).
Laga kedua Grup B Piala Presiden 2026 ini, Port FC sempat unggul 2-0 melalui gol Peeradol menit 18 dan Issam Alsabhi menit 40.
Namun, Persija bisa membalas dua gol sekaligus melalui Arlyansyah Abdulmanan menit 41 dan gol Stjepan Loncar menit 55.
Pelatih Port FC, Sarawut Treephan tidak bisa menyembunyikan kekecewaan karena timnya gagal menang, sekaligus menunda kepastian lolos ke babak semifinal.
"Menit-menit awal, kami unggul 2-0. Tapi setelah itu, saya rasa kami sedikit lengah dan kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi," kata Sarawut Treephan setelah pertandingan.
Dua gol lawan dijelaskan Sarawut karena ubahan taktik. Yang harus dilakukan akibat dua pemainnya mengalami cedera.
Baca juga: Dikandaskan Persebaya 0-1 di GBT, Pelatih PSMS Medan Malah Merasa Syukur karena Hal Ini
Ia berharap kesalahan dari pertandingan ini segera bisa diperbaiki, terutama ketika menjalani laga terakhir Grup B menghadapi Persebaya 1 Agustus mendatang.
Laga ini menjadi penentuan, tim yang menang memastikan diri lolos ke babak semifinal.
"Tentu saja pertandingan selanjutnya sangat penting, kami perlu mengumpulkan poin untuk lolos," terang Sarawut.
Meski laga penting, ia memastikan tidak mau memaksakan pemain yang tidak fit agar terhindar dari cedera.
"Kami perlu memeriksa pemain terlebih dahulu. Karena di pramusim ini, kami tidak ingin menambah beban cedera," pungkasnya.
Pemain Port FC, Bruno Moreira menyampaikan hal sama. Lengah di babak kedua disebut mantan pemain Persebaya itu menjadi faktor utama timnya gagal menang.
"Ini laga yang ketat, kami tahu Persija tim bagus dengan pemain bagus. Tapi kami ke sini untuk menang," kata Bruno Moreira.
"Kami unggul dua gol, tetapi kami tiba-tiba ngeblank dan kebobolan dua gol yang seharusnya tidak terjadi. Itu sudah terjadi dan kami akan melakukan evaluasi untuk lebih baik di laga selanjutnya," pungkas pemain asal Brasil itu.