Penjelasan Gubernur Kalbar Soal Kapal BBM Tertahan dan Penanganan Antrean SPBU
Faiz Iqbal Maulid July 30, 2026 04:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) terkendali buntut fenomena antrean panjang pada Senin 27 Juli 2026 lalu.

Sebagai informasi per Rabu 29 Juli 2026, antrean pembelian BBM mulai kembali normal di sejumlah SPBU di Kota Pontianak.

Hal itu disampaikan suami Erlina itu usai memonitor fenomena antrean di beberapa titik lokasi SPBU yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, beberapa hari terakhir.

Setelah menerima informasi tersebut, dia juga bilang langsung menghubungi pihak Pertamina dan menanyakan permasalahan yang terjadi.

"Kemarin saya langsung hubungi dan memang pihak Pertamina menyampaikan pada kita ada dua kapal yang tidak bisa masuk, karena sungai dangkal. Tapi satunya sudah masuk," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Rabu 29 Juli 2026.

Ia juga memastikan agar kondisi tersebut bisa segera teratasi dan menjadi atensi agar ketersediaan BBM di Kubu Raya tetap aman terkendali.

"Artinya jika semua sudah masuk BBM aman," ungkapnya.

• Daftar Harga BBM Pertalite dan Pertamax Terbaru Besok 31 Juli 2026 di Seluruh SPBU Kalbar

Dari hasil pantauan, khusus wilayah Kabupaten Kubu Raya, tepat di Jalan Arteri Supadio kondisi antrean SPBU mulai landai dan tak mengular.

Kendati antrean masih ada tidak menyentuh badan jalan yang menjadi jalur utama masyarakat Kabupaten Kubu Raya menuju Kota Pontianak.

Penyebab SPBU di Pontianak Mendadak Diserbu Antrean

Sebelumnya, fenomena antrean itu diduga dipicu akibat surutnya debit air Sungai Kapuas yang mengharuskan kapal pengangkut BBM menepi sejenak untuk menunggu air pasang.

Kondisi tersebut mengakibatkan kapal pengangkut BBM terlambat memasuki alur Sungai Kapuas menuju Depo Siantan.

Imbasnya distribusi BBM ke sejumlah SPBU sempat mengalami keterlambatan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat mengatakan kapal pengangkut BBM sempat tertahan karena tidak dapat melintas saat debit air sungai surut.

"Antrean terjadi karena ada keterlambatan kapal masuk ke alur Sungai Kapuas tadi malam. Kapal harus menunggu air pasang terlebih dahulu. Namun, tadi pagi kapal sudah sandar di Depo Siantan dan BBM sudah mulai disalurkan," kata Widhi saat dikonfirmasi, Senin 27 Juli siang WIB.

Ia memastikan distribusi BBM kini telah kembali berjalan normal setelah kapal sandar di Depo Siantan.

Meski demikian, Pertamina masih mengevaluasi penyebab antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.

Menurut Widhi, selain dampak keterlambatan distribusi, antrean juga diduga dipengaruhi adanya pergeseran konsumsi dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

"Stok BBM masih aman dan mencukupi. Kami pastikan penyaluran BBM akan berjalan dengan baik," ujarnya.

• Kabar Terkini Antrean BBM, Mulai Kembali Normal, Satgas Lakukan Sosilisasi Sasar Petani

Daftar Harga BBM Pertalite dan Pertamax SPBU Kalbar Besok 31 Juli 2026

Berikut harga Pertalite dan Pertamax di SPBU Kalbar besok 31 Juli 2026 dilansir dari pertaminapatraniaga.com:

Pertalite: Rp10.000/liter (subsidi, tetap)

Biosolar: Rp6.800/liter (subsidi, tetap)

Pertamax: Rp16.650/liter

Pertamax Turbo: Rp19.750/liter

Dexlite: Rp20.150/liter

Pertamina Dex: Rp21.650/liter

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.