Liputan6.com, Jakarta - BTS membawa Hybe, agensi K-pop terbesar di Korea Selatan mencatat kinerja kuartal kedua yang gemilang. Namun, nilai pasar saham Hybe turun hingga 2,845 triliun won atau US$ 1,96 miliar dalam waktu kurang dari 24 jam. Nilai itu setara Rp 35,47 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.080).
Mengutip CNBC, ditulis Kamis, (30/7/2026), saham Hybe turun 16,09% pada Selasa, 28 Juli 2026, menandai kinerja harian terburuk sejak Juni 2022. Koreksi saham Hybe berlanjut pada Rabu pekan ini. Saham Hybe turun 16,31% ke level terendah sejak September 2024.
Analis menilai, pergerakan saham ini dipicu oleh realisasi margin laba yang tidak mencapai harapan, meskipun pendapatan dan laba operasional berhasil mencetak rekor tertinggi.
Walaupun pendapatan konser menjadi pendorong utama rekor kinerja tersebut, analis menyebutkan porsi pendapatan konser yang dibayarkan kepada artis lebih besar dibandingkan yang diterima perusahaan, sehingga menghasilkan margin yang lebih rendah.
Pendapatan konser melonjak 243,3% secara tahunan (year-on-year) dan naik drastis sebesar 630% dibandingkan kuartal sebelumnya. Lonjakan ini terutama didorong oleh tur BTS yang dimulai pada 9 April di Korea Selatan.
Margin operasional Hybe pada kuartal kedua tercatat sebesar 11,8%; angka ini berada di bawah ekspektasi SK Securities sebesar 12,7% dan juga di bawah perkiraan Eugene Securities sebesar 12,2%.
Dalam catatan 29 Juli, analis SK, Park Jun-hyung, menyatakan bahwa proporsi pendapatan tur yang lebih besar menyebabkan biaya pembayaran kepada artis (artist-settlement costs) turut meningkat, sehingga profitabilitas tidak mencapai target yang diharapkan.

Pandangan Park ini diamini oleh analis IM Securities, Hwang Ji-won, yang menyebutkan pendapatan konser dari artis yang sudah mapan seperti BTSmemiliki margin yang relatif rendah, seraya menambahkan komposisi konser yang lebih besar meningkatkan tekanan biaya.
Menurut analis Kiwoom Securities, Lim Soo-jin, pasar sebelumnya memperkirakan angka pendapatan akan didominasi oleh penjualan merchandise yang memiliki margin laba lebih tinggi.
Sebelumnya, para analis sempat mengungkapkan kepada CNBC bahwa margin untuk merchandise bisa mencapai hingga 50%. Dalam laporan pendapatannya, Hybe menyatakan lebih dari 200 konser tambahan dari seluruh artisnya diperkirakan berlangsung pada paruh kedua 2026, melengkapi 119 konser yang dijadwalkan pada paruh pertama, yang secara keseluruhan akan menjadi jumlah konser terbanyak bagi perusahaan tersebut sejak 2021.

Kelima perusahaan sekuritas yang ditinjau oleh CNBC tetap memberikan pandangan positif terhadap perusahaan ini; Lim dari Kiwoom menyebutkan peningkatan produksi merchandise pada paruh kedua serta perluasan tur dari grup baru, Cortis dan Katseye, kemungkinan akan menopang pendapatan pada masa mendatang.
IM Securities juga menyoroti pertumbuhan menjanjikan dari grup-grup pendatang baru (rookie), serta kembalinya girl group NewJeans yang diharapkan dapat mendongkrak pendapatan Hybe.
NewJeans sempat menjadi salah satu grup pendatang baru paling sukses di bawah naungan Hybe sebelum terlibat dalam sengketa kontrak yang berkepanjangan dengan perusahaan tersebut sejak 2024.
Pada Desember, pengadilan Korea Selatan memutuskan bahwa kontrak NewJeans dengan ADOR, anak perusahaan Hybe, tetap sah; hal ini berarti NewJeans masih terikat kontrak dengan ADOR hingga 2029.