- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan mengungkapkan kasus Covid-19 kembali meningkat di wilayahnya.
Lonjakan itu diperkirakan mencapai puncak lebih cepat, yakni pada awal Agustus 2026.
Meski pandemi telah berlalu, virus corona masih beredar dan tetap berisiko menyebabkan penyakit berat.
Kelompok yang paling rentan ialah lansia, penderita penyakit kronis, dan bayi yang belum mendapat vaksin.
CDC Taiwan sebelumnya memperkirakan puncak kasus terjadi pada pertengahan hingga akhir Agustus.
Namun, proyeksi itu berubah setelah melihat perkembangan jumlah kasus dan cakupan vaksinasi.
Direktur Jenderal CDC Taiwan, Lo Yi-chun, mengatakan jumlah kunjungan pasien Covid-19 ke layanan rawat jalan dan unit gawat darurat diperkirakan mencapai sekitar 51.000 dalam sepekan.
Setelah itu, jumlah kasus diprediksi mulai menurun pada September.
Data pemantauan CDC menunjukkan lonjakan kasus terjadi dalam sepekan terakhir.
"Dalam periode 19-25 Juli 2026, Taiwan mencatat 10.605 kunjungan rawat jalan dan gawat darurat akibat Covid-19," dikutip pada Rabu (29/07/2026).
Jumlah tersebut meningkat 117,4 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Selama periode (21-27/7/2026), juga dilaporkan 42 kasus baru dengan komplikasi berat serta dua pasien meninggal dunia.
Sejak Oktober tahun lalu, Taiwan telah mencatat 203 kasus Covid-19 dengan komplikasi serius.
Dari jumlah itu, 25 pasien meninggal dunia.
Data tersebut menunjukkan risiko penyakit berat akibat Covid-19 masih ada.
Bahkan ancaman terbesar dialami kelompok rentan.
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman