SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak hanya dikenal dengan kekayaan hasil perkebunan utama dan buah-buahan eksotisnya, tetapi juga berdiri kokoh sebagai salah satu sentra produksi hortikultura yang sangat potensial di Pulau Sumatera.
Salah satu komoditas sayuran unggulan yang menjadi pilar konsumsi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi petani lokal adalah terung.
Berdasarkan pencatatan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Kamis (30/7/2026), total produksi terung di wilayah Sumatera Selatan berhasil menembus angka fantastis, yakni mencapai 187.358 kuintal.
Lantas, wilayah mana saja yang menjadi penyokong utama pasokan terung di pasar-pasar tradisional hingga swalayan di Sumsel? Berikut adalah daftar 5 daerah penghasil terung terbesar di Sumatera Selatan:
Baca juga: Perbandingan Jumlah Penduduk Miskin di Daerah Kaya: Makassar vs Palembang
Kabupaten Muara Enim tampil memimpin di posisi teratas sebagai produsen terung nomor satu di Sumatera Selatan.
Wilayah yang subur ini menyumbangkan porsi terbesar dari total panen terung di tingkat provinsi.
Total Produksi: 77.125 kuintal
Menempel di posisi kedua adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Luasnya lahan pertanian di wilayah OKI dimaksimalkan para petani lokal untuk membudidayakan terung secara konsisten.
Total Produksi: 23.008 kuintal
Kabupaten Lahat membuktikan ketangguhannya di sektor hortikultura dengan menempati jajaran daerah penghasil terung paling produktif di Sumsel.
Total Produksi: 17.873 kuintal
Kabupaten Muratara menunjukkan perkembangan pesat di sektor budidaya sayuran dengan berhasil menembus posisi empat besar penyokong terung daerah.
Total Produksi: 17.690 kuintal
Kota Pagar Alam menutup daftar lima besar. Terkenal dengan iklim pegunungan yang sejuk di lereng Gunung Dempo, Pagar Alam rutin menghasilkan terung berkualitas tinggi yang terkenal segar yang mencapai 12,110 kuintal.
Dominasi Muara Enim yang menyumbang lebih dari 40 persen dari total produksi provinsi menegaskan pentingnya daerah ini sebagai lumbung hortikultura Sumsel.
Tingginya angka produksi di kelima daerah ini diharapkan terus menjaga stabilitas harga sayuran dan ketahanan pangan di wilayah Sumatera Selatan.