- Markas TNI buka suara terkait pengakuan aktivis Islah Bahrawi yang menyebut dirinya dibuntuti setiap hari oleh oknum TNI sejak pertengahan Mei 2026 hingga Rabu (29/7/2026).
Islah Bahrawi menyebut orang yang membuntutinya merupakan bagian dari operasi tentara untuk mengintimidasinya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas pun meminta Islah Bahrawi melaporkan hal tersebut.
Kapuspen meminta Islah mengungkap data dan identitas anggota TNI yang diduga membuntutinya.
"Kami menampung aspirasi. Kalau beliau punya data bahwa itu memang anggota TNI, silakan laporkan ke kami," kata Nas saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (29/7/2026) malam.
Islah Bahrawi, yang juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, mengaku keluarganya turut diintai oleh sekelompok orang yang diyakininya merupakan bagian dari operasi tentara untuk mengintimidasinya.
Ia juga mengaku rumahnya selalu dipotret, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.
Menurut Islah, orang-orang yang membuntutinya kerap berganti-ganti dan memiliki pembagian tugas dalam empat waktu berbeda.
Pengakuan tersebut disampaikan Islah Bahrawi saat diskusi seusai peluncuran petisi bertajuk "Hentikan Remiliterisasi: Militerisasi Sipil Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum" di kantor Imparsial, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026).
Islah mengatakan bukan hanya dirinya yang mengalami intimidasi, tetapi juga sejumlah aktivis lain.
Ia mencontohkan Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh empat oknum TNI.
Selain itu, Islah juga menyebut mantan Ketua BEM UGM, Tio Ardianto, yang menurutnya turut mengalami pengintaian.
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Pandu Widarwoko
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Gita Irawan