Pilu Pedagang Martabak Kemalingan Tas Isi Rp10 Juta dan HP Kado Anak, Uya Kuya Beri Bantuan Tunai
Kharisma Tri Saputra July 30, 2026 10:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi pencurian terhadap seorang pedagang martabak mendadak tular dan menyita perhatian netizen di media sosial. 

Dalam video tersebut, terlihat dua orang pria yang mengendarai sepeda motor nekat merampas tas milik korban yang sedang tertidur lelap di samping gerobak dagangannya karena kelelahan.

Korban diketahui bernama Khairul. Kejadian apes yang menimpanya itu langsung memancing rasa simpati dari masyarakat luas, tak terkecuali artis dan presenter Uya Kuya. 

Merasa tersentuh dengan musibah tersebut, Uya bersama istrinya, Astrid, langsung berinisiatif mencari keberadaan Khairul hingga akhirnya berhasil bertemu secara langsung.

Baca juga: Dicatut Kasus Korupsi BGN, Uya Kuya Meradang Singgung Trauma Rumah Dijarah Akibat Hoaks

Momen pertemuan haru itu diunggah Uya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Khairul tak sanggup menahan air matanya saat menceritakan kronologi kejadian dan barang-barang berharganya yang hilang disikat pencuri.

"Akhirnya ketemu Bapaknya. Bapaknya sampe nangis pas ceritain HP anaknya ilang. Diganti rejeki yang lebih banyak yah pak," tulis Uya Kuya pada kolom keterangan unggahannya, dikutip Kamis (30/7/2026).

Uya menceritakan kembali bahwa total kerugian yang dialami Pak Khairul mencapai belasan juta rupiah. 

Lebih menyedihkannya lagi, di dalam tas yang dicuri itu terdapat barang yang sangat spesial untuk anaknya.

"Pak Khairul ini yang kemarin, pedagang martabak yang dirampok, dijambret tasnya yang isinya total Rp10 juta. Itu ada empat handphone dan dua di antaranya adalah hadiah handphone baru yang dibeliin buat anaknya ulang tahun," ungkap Uya dalam video tersebut.

Saat berbincang santai, Uya sempat menanyakan kondisi Khairul saat kejadian berlangsung. 

Khairul mengaku saat itu dirinya benar-benar tidak sadar karena kondisi fisiknya yang sangat lelah usai berjualan.

"Lagi istirahat pak, kecapekan. Itu tas ditaruh di sini lalu ditutup sama sarung," tutur Pak Khairul jujur.

Ia menambahkan, dirinya baru sadar kalau tasnya sudah raib setelah berjalan beberapa meter meninggalkan lokasi tempatnya beristirahat. 

Raut wajahnya mendadak lesu saat mengingat betapa berat perjuangannya menyisihkan uang hasil jualan martabak demi membahagiakan sang buah hati.

Ketika Astrid menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan uang demi membeli kado HP tersebut, jawaban Khairul bikin haru.

"Kurang lebih empat bulan," jawab Pak Khairul dengan suara bergetar dan waja sedih.

"Sedih aja, HP perjuangan hilang gitu aja. Sadarnya setelah jalan kurang lebih 5 meter dari TKP, ngelihat tas dan yang lain-lainnya habis. Yang dipikirin pertama pasti anak, pasti kecewa karena HP-nya udah tahu ada, tapi begitu saya pulang malah enggak ada," tambahnya lagi.

Mendengar kisah pilu tersebut, Uya Kuya tidak tinggal diam. Selain sudah melaporkan kasus pencurian ini ke polsek setempat agar segera diusut polisi, Uya dan Astrid juga langsung memberikan amplop berisi bantuan uang tunai. 

Bantuan tersebut diberikan agar Pak Khairul bisa kembali membelikan HP baru untuk anaknya dan menjadikan sisanya sebagai modal berdagang.

"Semoga bisa dibelikan kembali HP-nya. Semoga ayahnya sehat, kerjanya semangat cari uang buat bahagiain anak sama istri. Semangat Pak!" pungkas Uya Kuya memberi dorongan semangat.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.