TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Distrik Bomberai dan Tomage.
Hingga Kamis (30/7/2026), tercatat sekitar 75 hektar lahan terbakar di sejumlah titik di dua distrik tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Fakfak, Kery W Nafisah, menjelaskan bahwa kejadian Karhutla pada 27 Juli 2026 merupakan insiden ketiga dalam sepekan.
Api awalnya muncul di Kampung Pinang Agung sekitar pukul 14.00 WIT dengan luasan terbakar 10 hektar, sebelum merembet dan meluas.
“Penanganan dilakukan oleh Batalyon, Kodim, Polsek Bomberai, Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kery menambahkan, pada saat kejadian 27 Juli, tim BPBD belum berada di lokasi karena sebelumnya telah kembali ke pusat kota setelah kondisi dianggap membaik pada 25 Juli.
Baca juga: BPBD Fakfak Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla Bomberai–Tomage
Namun setelah menerima laporan kebakaran berulang, BPBD segera menggelar rapat koordinasi.
“Alhamdulillah, Puji Tuhan, setelah kendaraan operasional selesai diperbaiki pada 28 Juli sore, tim BPBD langsung bergerak ke Bomberai dan Tomage untuk melakukan penanganan,” jelasnya.
Sejak itu, tim BPBD bersama aparat dan masyarakat terus melakukan pemadaman dan monitoring titik api.
“Bahkan sejak kemarin sore, dari pukul 15.00 WIT hingga 22.00 WIT, tim terus berupaya memadamkan api,” ungkap Kery.
Ia memastikan, kebakaran tidak mendekati permukiman warga. Namun upaya pemadaman tetap dilakukan untuk mencegah api meluas.
“Hari ini, Kamis (30/7), tim BPBD Fakfak tetap siaga di lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah distrik, aparat, relawan, dan masyarakat. Ini kerja bersama,” tegasnya.
BPBD Fakfak menyebutkan, tim telah berada di lokasi selama tiga hari terakhir untuk menangani Karhutla di Bomberai dan Tomage.