Hujan Deras Berujung Petaka, Wanita Lansia Tewas Tertimpa Pohon Kelapa Sawit Lapuk
Reny Fitriani July 30, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Landak –  Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, berujung petaka.

Baca Juga: Lansia Tewas di Atas Pohon Kelapa di Purbalingga, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Seorang lansia bernama Rita Riana (66), warga Dusun Ampar Saga 1, Desa Amboyo Inti, meninggal dunia setelah tertimpa batang pohon kelapa sawit yang telah lapuk saat dalam perjalanan pulang dari kebun, Rabu (29/7/2026).

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Ngabang Kompol Zuanda membenarkan peristiwa nahas tersebut.

"Benar, satu orang perempuan meninggal dunia akibat tertimpa pohon kelapa sawit," ujar Kompol Zuanda, Kamis (30/7/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban bersama suaminya memanen buah kelapa sawit di kebun milik mereka di Dusun Ampar Saga 1.

Menjelang pukul 17.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Suami korban memutuskan pulang lebih dahulu, sementara Rita tetap berada di kebun untuk melangsir hasil panen menuju rumah.

Namun hingga sekitar pukul 18.40 WIB, korban tak kunjung tiba di rumah.

Khawatir terjadi sesuatu, sang suami meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.

Sekitar pukul 18.50 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala hingga lehernya tertimpa batang pohon kelapa sawit yang telah lapuk atau sawit mati di jalur akses menuju kebun. Pohon tersebut berada di lahan milik warga lain.

Warga bersama tetangga kemudian melakukan evakuasi.

Batang sawit yang menimpa korban dicongkel terlebih dahulu sebelum dipotong menggunakan gergaji mesin (chainsaw). Setelah itu, jenazah berhasil dievakuasi, ditandu, dan dibawa ke rumah duka.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka serius pada bagian belakang kepala dan leher akibat terjepit batang pohon kelapa sawit.

Sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah dibawa ke RSUD Landak menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kompol Zuanda mengatakan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan peristiwa itu.

Korban direncanakan dimakamkan pada Kamis (30/7/2026) di Tempat Pemakaman Umum Dusun Ampar Saga 1, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang.

Imbauan Hindari Bahaya Tertimpa Pohon

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, perhatikan beberapa hal berikut:

Hindari berteduh di bawah pohon besar, terutama yang tampak tua, lapuk, atau memiliki dahan yang rapuh.

Jangan memarkir kendaraan di bawah pohon yang berpotensi tumbang.

Waspadai tanda-tanda pohon berbahaya, seperti batang miring, akar terangkat, batang lapuk, atau ranting yang mulai patah.

Jika melihat pohon yang dinilai membahayakan, segera laporkan kepada pemerintah desa, kelurahan, atau instansi terkait agar dapat dilakukan penanganan.

Saat terjadi hujan deras dan angin kencang, batasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

Gunakan jalur yang lebih aman dan hindari melintas di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon besar ketika cuaca buruk.

Bagi pemilik lahan atau kebun, lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi pohon dan segera tebang pohon yang sudah tua, lapuk, atau berisiko tumbang dengan tetap memperhatikan  prosedur keselamatan.

Apabila terjadi pohon tumbang, jangan mendekat atau mencoba mengevakuasi sendiri jika pohon mengenai jaringan listrik. Segera hubungi petugas terkait.

Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat pohon tumbang.

Tetap utamakan keselamatan diri dan ikuti informasi cuaca dari instansi berwenang, terutama saat memasuki musim hujan atau cuaca ekstrem.

Sumber: TribunPontianak.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.