Pengusaha Asal Palu Keluhkan Layanan Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta
mahyuddin July 30, 2026 01:23 PM

TRIBUNPALU.COM,PALU - Pelayanan maskapai Penerbangan Batik Air, Lion Air Group, dikeluhkan penumpang asal Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pasangan suami istri rute Jakarta–Palu, Andi RL dan istri, sangat kecewa dan merasa "dijebak serta diperas" akibat buruknya manajemen antrean check-in di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (30/7/2026) dini hari.

Andi RL, yang juga merupakan pimpinan main dealer sepeda motor Yamaha di Sulawesi Tengah, membeberkan kronologi kejadian saat hendak terbang menggunakan Batik Air jadwal pukul 02.20 WIB.

Andi RL masuk ke dalam jalur antrean check-in untuk rute Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,  pukul 00.15 WIB.

Saat itu terdapat 6 konter yang membuka layanan.

Pukul 00.30 WIB. satu konter, nomor 25, mendadak ditutup, sehingga tersisa lima konter layanan.

Baca juga: Duduk Perkara Kasus Vidi Eskafaris, Student Pilot Terseret Penyelundupan Buronan Australia

Di tengah antrean panjang, jumlah petugas menyusut hingga tersisa 4 orang di konter sekira Pukul 01.15 WIB.

Petugas kemudian berteriak memanggil penumpang tujuan Makassar untuk Penerbangan pukul 02.00 WIB.

Penumpang tujuan Makassar pun langsung maju melompati antrean.

Sekira Pukul 01.55 WIB atau 25 menit sebelum penerbangan, barulah penumpang tujuan Palu dipanggil ke konter nomor 32 yang dijaga petugas bernama Tiwi 

Saat memproses bagasi, petugas menginformasikan bahwa bagasi Andi kelebihan muatan sebanyak 3 kilogram dan diwajibkan membayar biaya overweight sebesar Rp273 ribu.

Andi sebenarnya tidak keberatan jika harus membayar kelebihan bagasi. 

Namun, seandainya antrean tidak diserobot penumpang rute lain, ia masih memiliki cukup waktu untuk memindahkan beban kelebihan bagasi ke tas kabin yang masih kosong.

"Karena waktu boarding sudah sangat mepet dan takut ketinggalan pesawat yang berangkat pukul 02.20 WIB, kami tidak punya pilihan lain selain langsung membayar Rp273 ribu tanpa sempat mengatur ulang barang bawaan," ujar Andi dengan nada kesal.

Baca juga: Disperindag Morowali Temukan 9 Tandon Minyak Goreng Curah Diduga Ilegal

Ia menilai petugas terkesan sengaja mengulur dan melompati antrean penumpang tujuan Palu, Ternate, dan Papua sehingga penumpang kehabisan waktu dan terdesak untuk membayar biaya kelebihan bagasi di tempat.

"Petugas bernama Tiwi itu bersikeras mengatakan itu kebijakan perusahaan. Apakah melangkahi antrean dan tidak menghargai waktu penumpang lain juga bagian dari kebijakan perusahaan?" cetus Andi.

Corporate Communications Strategic Lion Grup, Danang Mandala Prihantoro, telah mengetahui kabar itu dan mengumpulkan informasi di lapangan.

"Saya bantu cek," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.