Kumpulan Dalil Mengadakan Syukuran Rumah Baru dalam Islam, Simak Penjelasan Ulama
Nanik Ratnawati July 30, 2026 02:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kediaman yang nyaman dan aman merupakan anugerah luar biasa yang senantiasa patut disyukuri oleh setiap keluarga muslim. Lazimnya, umat Islam akan menggelar tasyakuran di hunian baru tersebut. Agar lebih bermakna, umat Islam perlu memahami dalil mengadakan syukuran rumah baru dalam Islam demi memastikan amalan mereka berjalan selaras dengan kaidah syariat.

Tradisi kumpul kerabat dan menggelar makan bersama di rumah baru ini lazim dikenal dengan istilah fikih Al-Wakirah. Syariat Islam tidak melarangnya, asalkan kegiatan ini bertujuan murni untuk ajang berbagi kebahagiaan tanpa dicampuri keyakinan mistis yang menyimpang.

Ulama terkemuka Imam As-Syafii secara khusus sangat menganjurkan pelaksanaan tradisi Al-Wakirah tersebut. Dalam Ensiklopedia Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah, yang menerangkan bahwa mengundang orang makan dalam momentum ini berhukum mustahab.

Syaikh Ibnu Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa syukuran ini sepenuhnya diperbolehkan sebagai bentuk wujud syukur kepada Sang Pencipta, bukan ritual khusus tolak bala.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah dalil-dalil syukuran menempati rumah baru dalam Islam.

Dalil-Dalil dari Al-Qur'an tentang Syukuran Menempati Rumah Baru

Al-Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan landasan fundamental tentang kewajiban bersyukur atas segala nikmat, termasuk nikmat memiliki tempat tinggal. Berikut adalah beberapa ayat yang menjadi dalil dalam hal ini:

1. Surat Ibrahim Ayat 7

Allah SWT berfirman: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: "Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'" (QS. Ibrahim [14]: 7)

Ayat ini menjadi dalil fundamental bahwa setiap nikmat yang diterima, termasuk rumah baru, wajib disyukuri. Imam As-Sa'di dalam kitab Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa inti syukur ada tiga: (1) mengakui bahwa nikmat itu dari Allah dan bukan semata hasil karya sendiri, (2) memuji Allah atas nikmat yang telah Dia anugerahkan, dan (3) menggunakan nikmat itu untuk kegiatan yang Allah ridhai, bukan untuk sesuatu yang terlarang.

2. Surat An-Nahl Ayat 114

Allah SWT berfirman: وَٱشْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: "Dan syukurilah nikmat Allah, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah." (QS. An-Nahl [16]: 114)

Ayat ini memerintahkan secara langsung kepada orang-orang beriman untuk mensyukuri nikmat Allah. Dalam konteks rumah baru, perintah ini mencakup rasa syukur atas nikmat tempat tinggal yang layak. Syekh Muhammad Al-Ghazali dalam kitab Studi Kritis atas Hadits Nabi SAW menjelaskan bahwa secara jelas Allah menyatakan bahwa rumah-rumah adalah suatu nikmat yang harus diikuti dengan syukur.

3. Surat An-Nahl Ayat 80

Allah SWT berfirman: وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

Artinya: "Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal." (QS. An-Nahl [16]: 80)

Ayat ini menegaskan bahwa rumah adalah karunia dari Allah yang dijadikan sebagai tempat tinggal bagi manusia. Nikmat ini layak disyukuri, dan salah satu bentuk syukur adalah dengan mengadakan acara syukuran atau walimah sebagai ekspresi terima kasih kepada Sang Pemberi Nikmat.

4. Surat Ali Imran Ayat 144

وَسَيَجْزِي ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ

Artinya: "Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali Imran [3]: 144)

Ayat ini memberikan kabar gembira bahwa Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur. Ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk senantiasa mengekspresikan syukur, termasuk saat mendapatkan rumah baru.

5. Surat Al-Mu'minun Ayat 28-29

Allah SWT berfirman: فَإِذَا ٱسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى ٱلْفُلْكِ فَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى نَجَّىٰنَا مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

Artinya: "Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, 'Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari kaum aniaya.' Katakanlah, 'Tuhanku, tempatkan aku di tempat yang berkah karena Engkau sebaik-baik pemberi tempat.'" (QS. Al-Mu'minun [23]: 28-29)

Doa Nabi Nuh AS ini dianjurkan untuk dibaca saat menempati rumah baru sebagai bentuk permohonan keberkahan tempat tinggal.

Dalil-Dalil Hadis tentang Syukuran Menempati Rumah Baru

Selain Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi SAWjuga memberikan panduan tentang syukuran rumah baru:

1. Hadis tentang Keberkahan Rumah yang Dibacakan Al-Qur'an

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa rumah baru sebaiknya diramaikan dengan bacaan Al-Qur'an, terutama surat Al-Baqarah, karena dapat mengusir setan dan mendatangkan keberkahan.

2. Hadis tentang Perlindungan dari Gangguan Setan

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Bacalah surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya mengambilnya (membacanya) adalah berkah, meninggalkannya adalah penyesalan, dan para tukang sihir tidak akan mampu menguasainya." (HR. Muslim)

3. Hadis tentang Doa Masuk Rumah

Rasulullah SAW mengajarkan doa saat memasuki rumah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ، بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami kami bertawakkal." (HR. Abu Daud)

4. Hadis tentang Berlindung dari Kejelekan Makhluk Rasulullah SAW mengajarkan doa perlindungan:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan." (HR. Muslim)

5. Hadis tentang Keutamaan Bersyukur dalam Segala Keadaan

Dari Shuhaib, Rasulullah SAW bersabda: Artinya: "Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, sesungguhnya seluruh perkara orang mukmin itu adalah baik baginya, dan keadaan itu tidak ada pada seorang pun kecuali pada orang mukmin. Jika ia mendapatkan kemudahan, maka ia bersyukur, dan hal itu adalah kebaikan baginya. Dan jika ia tertimpa kesempitan, maka ia akan bersabar, dan hal itu juga merupakan kebaikan baginya." (HR. Ahmad)

Pandangan Ulama tentang Hukum Syukuran Rumah Baru

Para ulama dari berbagai mazhab telah membahas hukum mengadakan syukuran atau selamatan rumah baru. Menurut jumhur (mayoritas) ulama, hukum melaksanakan walimatul waqirah atau selamatan rumah baru adalah sunnah (dianjurkan).

Meskipun demikian, sebagian ulama Syafi'iyah menyebutkan pendapat yang mewajibkannya berdasarkan perkataan Imam Asy-Syafi'i yang tidak memberikan kelonggaran untuk meninggalkannya.

Imam Asy-Syafi'i dalam kitabnya menyebutkan tentang Al-Wakirah (selamatan rumah), “Di antara bentuk walimah adalah Al-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggaran untuk meninggalkannya”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Imam Asy-Syafi'i sangat menganjurkan bahkan cenderung mewajibkan selamatan rumah baru.

Sementara, dalam Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan: "Selamatan untuk rumah hukumnya adalah sunah seperti selamatan lainnya yang diadakan karena mendapat nikmat baru atau terhindar dari keburukan. Selamatan rumah baru disebut dengan al-wakirah. Anjuran mengadakan selamatan rumah tidak sekuat anjuran mengadakan selamatan nikah."

Ibnul Qayyim menyebutkan lima prinsip syukur: ketundukan kepada pihak yang disyukuri, mencintainya, mengakui nikmatnya, memujinya, dan tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal yang tidak disukai Allah.

Adab Syukuran Menempati Rumah Baru dalam Islam

Dalam mengadakan syukuran rumah baru, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan agar kegiatan tersebut sesuai dengan tuntunan syariat:

1. Memulai dengan Niat yang Ikhlas

Segala ibadah, termasuk syukuran, harus diawali dengan niat yang tulus untuk mencari ridha Allah SWT. Acara ini hendaknya tidak menjadi ajang pamer atau formalitas belaka, melainkan ekspresi rasa syukur yang tulus kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan.

2. Membaca Doa Masuk Rumah

Saat pertama kali memasuki rumah baru, dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami kami bertawakkal."

3. Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah

Dianjurkan untuk membacakan surat Al-Baqarah di rumah baru karena Rasulullah SAW menyebutkan bahwa rumah yang dibacakan Al-Baqarah akan terhindar dari gangguan setan. Bahkan membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah pada satu malam sudah cukup untuk mencegah setan memasuki rumah hingga pagi.

4. Mengadakan Walimah Sederhana (Tidak Berlebihan)

Syukuran rumah baru dapat diwujudkan dengan mengadakan walimah, yaitu mengundang kerabat, tetangga, dan keluarga untuk makan bersama serta mendoakan keberkahan rumah. Namun, Islam sangat menganjurkan hidup sederhana dan melarang pemborosan. Firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan." (QS. Al-Isra [17]: 27)

5. Memperbanyak Ibadah dan Zikir di Rumah

Rumah baru hendaknya dijadikan tempat yang ramai dengan ibadah kepada Allah, bukan seperti kuburan yang sunyi dari zikir dan doa. Memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berzikir di dalam rumah akan mendatangkan keberkahan dan ketenangan.

6. Menjalin Silaturahmi dengan Tetangga

Mengundang tetangga dalam acara syukuran menjadi sarana untuk mempererat hubungan baik dan menjalin silaturahmi. Menjalin hubungan baik dengan tetangga merupakan adab penting dalam Islam dan bagian dari akhlak mulia.

Hikmah Syukuran Menempati Rumah Baru dalam Islam

1. Mewujudkan Rasa Syukur kepada Allah

Syukuran rumah baru adalah bentuk nyata dari pengakuan bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT. Dengan mengadakan acara syukuran, seorang Muslim menunjukkan ketundukan dan terima kasihnya kepada Sang Pemberi Nikmat.

2. Mendatangkan Keberkahan Rumah

Dengan doa-doa yang dipanjatkan dalam acara syukuran, rumah diharapkan menjadi tempat yang nyaman, aman, dan dipenuhi keberkahan serta jauh dari segala mara bahaya.

3. Memperkuat Silaturahmi

Mengundang tetangga, kerabat, dan keluarga dalam acara syukuran menjadi sarana untuk mempererat hubungan baik dan memperkuat ikatan sosial di masyarakat.

4. Mendapatkan Perlindungan dari Gangguan Setan

Dengan memperbanyak bacaan Al-Qur'an dan doa di rumah baru, setan akan menjauh dan penghuni rumah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

5. Meningkatkan Ketakwaan

Acara syukuran yang dilaksanakan dengan cara yang Islami akan meningkatkan ketakwaan seseorang karena ia menyadari bahwa segala nikmat adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dan disyukuri.

Pertanyaan Seputar Syukuran Rumah Baru

1. Apakah syukuran rumah baru termasuk bid'ah?

Syukuran rumah baru tidak termasuk bid'ah selama dilakukan dalam koridor syariat, yaitu sebagai bentuk rasa syukur dengan mengadakan walimah sederhana, berdoa, dan membaca Al-Qur'an. Namun, jika di dalamnya terdapat ritual-ritual tertentu yang tidak diajarkan Rasulullah seperti pembacaan surat tertentu secara berjamaah dengan keyakinan tertentu, maka hal itu dapat tergolong bid'ah dalam adat.

2. Apakah wajib mengadakan selamatan rumah baru?

Menurut jumhur ulama, hukum selamatan rumah baru adalah sunnah (dianjurkan), tidak wajib. Namun, Imam Asy-Syafi'i dalam perkataannya tidak memberikan kelonggaran untuk meninggalkannya, sehingga sebagian ulama Syafi'iyah berpendapat bahwa hukumnya wajib. Dalam Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan bahwa selamatan rumah baru (al-wakirah) hukumnya sunah seperti selamatan lainnya.

3. Apa yang harus dibaca saat menempati rumah baru?

Saat menempati rumah baru, dianjurkan untuk membaca doa masuk rumah, membaca surat Al-Baqarah, membaca surat Al-Mu'minun ayat 28-29, serta doa perlindungan A'uudzu bi kalimaatillahit taamaati min syarri maa khalaq.

4. Bagaimana cara mengadakan syukuran rumah baru yang Islami?

Syukuran rumah baru yang Islami dilakukan dengan niat ikhlas, mengadakan walimah sederhana tanpa berlebihan, membaca doa dan Al-Qur'an, mengundang tetangga dan kerabat, serta menghindari pemborosan dan hal-hal yang diharamkan.

5. Apa perbedaan walimatul 'urs dengan walimatul wakirah?

Walimatul 'urs adalah jamuan makan yang diadakan untuk merayakan pernikahan, sedangkan walimatul wakirah (atau al-wakirah) adalah jamuan yang diadakan ketika seseorang selesai membangun atau membeli rumah baru. Anjuran mengadakan walimatul wakirah tidak sekuat anjuran walimatul 'urs (pernikahan).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.