Ahli Waris Satpam Jatiluhur Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Rp418 Juta, 2 Anak Dijamin Beasiswa
jonisetiawan July 30, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga almarhum Sumarna, secercah harapan datang melalui penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Petugas keamanan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, itu kini meninggalkan istri dan dua orang anak yang akan mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari negara.

Santunan senilai Rp418.133.773 diserahkan langsung kepada ahli waris sebagai bentuk pemenuhan hak peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Selain santunan kematian, keluarga juga memperoleh berbagai manfaat lainnya, termasuk beasiswa pendidikan bagi kedua anak almarhum hingga jenjang pendidikan yang telah ditentukan dalam program tersebut.

Sementara itu, penyelidikan atas kematian Sumarna masih terus berlangsung. Aparat kepolisian hingga kini masih bekerja mengungkap penyebab pasti meninggalnya petugas keamanan berusia 42 tahun tersebut.

Baca juga: Obrolan Malam Terakhir Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur dengan Sang Istri, Nggak Seperti Biasanya

Santunan Diserahkan Langsung kepada Ahli Waris

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, mengatakan bahwa santunan tersebut merupakan hak ahli waris yang diberikan sesuai dengan ketentuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Ia menegaskan seluruh manfaat diberikan secara langsung kepada keluarga almarhum.

"BPJS Ketenagakerjaan memberikan hak ahli waris berupa santunan kurang lebih Rp418 juta.

Jadi ini merupakan hak dari perlindungan jaminan sosial yang diberikan secara langsung dan tunai," ujar Trisna di rumah duka, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Trisna, santunan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan menghadapi masa sulit setelah kehilangan tulang punggung keluarga.

SATPAM TEWAS TERBORGOL - Proses evakuasi satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta yang ditemukan tewas
SATPAM TEWAS TERBORGOL - Proses evakuasi satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta yang ditemukan tewas (Tribun Trends/Dok Warga/Muhamad Hidayat/Kompas)

Dua Anak Almarhum Dijamin Beasiswa Pendidikan

Selain santunan kematian dan manfaat jaminan sosial lainnya, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan bantuan pendidikan kepada dua anak almarhum Sumarna.

Kedua anak yang saat ini masih bersekolah, masing-masing duduk di bangku SMK kelas XII dan SD kelas IV, akan memperoleh manfaat beasiswa sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.

Program tersebut menjadi bagian dari perlindungan sosial agar pendidikan anak peserta tetap dapat berlanjut meski orang tua pencari nafkah telah meninggal dunia.

Baca juga: Satpam Waduk Jatiluhur Tewas, Nasib Anak Sumarna, Aldi Taher Iba, KDM Beri Santunan, Dapat Beasiswa

Rincian Manfaat yang Diterima Keluarga

Adapun total manfaat yang diterima keluarga almarhum terdiri atas beberapa komponen, yakni:

  • Santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) meninggal sebesar Rp264.537.088.
  • Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp10.685.285.
  • Manfaat Jaminan Pensiun (JP) sebesar Rp411.400 setiap bulan.
  • Beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dengan nilai maksimal Rp142.500.000.

Seluruh manfaat tersebut merupakan hak peserta yang diberikan berdasarkan program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Purwakarta Apresiasi Penyaluran Santunan

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, turut hadir dan memberikan apresiasi atas penyerahan santunan kepada keluarga korban.

Menurut pria yang akrab disapa Om Zein tersebut, bantuan yang diberikan menjadi bukti nyata hadirnya negara melalui program jaminan sosial bagi pekerja dan keluarganya.

"Pada hari ini sudah dilaksanakan pemberian manfaat BPJS sebesar Rp418 juta dan diterima keluarga. Itu suatu hal yang sangat kami hargai sekali," kata Om Zein.

Ia berharap manfaat tersebut dapat meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi masa duka.

Baca juga: Kenangan Kebaikan Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur yang Tewas Terborgol, Pernah Bantu Mahasiswa

Penyelidikan Polisi Masih Terus Berjalan

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Purwakarta memastikan proses pengungkapan penyebab kematian Sumarna tetap menjadi perhatian serius.

Bupati Purwakarta menyebut jajaran Polres Purwakarta masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan berbagai alat bukti guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

"Kita tahu bahwa Kapolres Purwakarta sedang berusaha keras melakukan pendalaman dan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama semuanya bisa terungkap," ucapnya.

Kasus Kematian Sumarna Masih Menjadi Misteri

Diketahui, Sumarna (42) merupakan petugas keamanan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026).

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian publik dan hingga kini penyebab pasti kematiannya masih terus diselidiki aparat kepolisian.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, keluarga kini memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan santunan, manfaat pensiun, serta jaminan pendidikan bagi kedua anak almarhum.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang bagi keluarga untuk melanjutkan kehidupan setelah kehilangan sosok pencari nafkah utama.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.