TRIBUNNEWS.COM - TDA Surabaya resmi memulai kepengurusan periode 9.0 dengan semangat baru untuk memperkuat ekosistem pengusaha dan UMKM di Jawa Timur. Melalui visi Nawasena, kepengurusan baru menegaskan komitmennya untuk menjadikan TDA Surabaya bukan hanya sebagai komunitas tempat berkumpulnya para pelaku usaha, tetapi sebagai ekosistem yang mampu melahirkan lebih banyak entrepreneur, memperluas kolaborasi, serta menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai melalui acara Serah Terima Amanah Kepengurusan TDA Surabaya 8.0 kepada TDA Surabaya 9.0 yang diselenggarakan di Hotel Excotel Surabaya, Rabu (22/7). Momentum ini menjadi simbol keberlanjutan estafet kepemimpinan sekaligus dimulainya langkah baru organisasi dalam memperkuat peran TDA sebagai rumah bertumbuh bagi para pelaku usaha.
Acara tersebut turut dihadiri para Ketua TDA Surabaya lintas generasi, di antaranya Andi Sufariyanto (Ketua TDA Surabaya 1.0 sekaligus Ketua Majelis Wali Amanah TDA 4.0), Ferry Andriyanto (Ketua TDA Surabaya 3.0), Kukuh Wira (Ketua TDA Surabaya 5.0 sekaligus Ketua Wilayah Jawa Timur 6.0), Ade Fyrman (Ketua TDA Surabaya 6.0), Febri Nazuka (Ketua TDA Surabaya 7.0 sekaligus Direktur Marketing Media TDA 9.0), hingga Ichlasul Amal Rangga Winata yang telah menuntaskan amanah sebagai Ketua TDA Surabaya 8.0 dan kini dipercaya mengemban amanah sebagai Chief Ecosystem Development TDA 9.0.
Hadir pula jajaran pengurus nasional TDA, di antaranya Arif Wicaksono selaku Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Rizki Rahmadianti (Sekretaris Jenderal TDA 7.0), serta Ria Saktia (Direktur KMB TDA 7.0).
Dalam sambutannya, Ketua TDA Surabaya 8.0, Ichlasul Amal Rangga Winata, menyampaikan bahwa kekuatan terbesar TDA selama ini bukan hanya terletak pada program-program yang dijalankan, tetapi pada budaya saling percaya dan semangat berbagi yang menjadi fondasi komunitas.
“TDA adalah high trust community, di mana mata uangnya adalah trust dan kontribusi. Inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Selama tiga tahun kepemimpinan TDA Surabaya 8.0, organisasi mencatat pertumbuhan yang signifikan. Sebanyak 115 program dan kegiatan berhasil diselenggarakan, mulai dari TDA Cangkruk, Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), workshop, TDA Peduli, hingga berbagai aktivitas TDA Club.
Jumlah anggota pun meningkat sekitar 45 persen, dari sekitar 3.700 anggota pada awal periode 2023 menjadi 5.368 anggota yang terdiri atas 4.741 member basic dan 627 member eksklusif.
Salah satu motor penggerak pertumbuhan tersebut adalah program Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) yang melibatkan 49 mentor dengan penyelenggaraan 53 KMB Reguler dan 59 KMB Lite sebagai wadah pendampingan bagi para pelaku usaha.
Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan kepada Penalar Arif Budiman sebagai Ketua TDA Surabaya 9.0. Dalam pidato perdananya, Arif memperkenalkan Nawasena sebagai arah gerak baru organisasi yang akan menjadi kompas perjalanan TDA Surabaya dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, Nawasena bukan sekadar nama tim, melainkan visi jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi generasi pengusaha berikutnya.
“Nawasena bukan tentang tiga tahun kita. Nawasena adalah tentang puluhan tahun setelah kita,” ujar Arif.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan 9.0 akan berfokus pada tiga tujuan utama, yaitu menumbuhkan lebih banyak entrepreneur, menghubungkan lebih banyak peluang, serta mewariskan lebih banyak pemimpin.
Bagi Arif, tantangan yang dihadapi pengusaha saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan menghadirkan berbagai kegiatan. Yang dibutuhkan adalah sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan mentor, pasar, jejaring, kolaborasi, hingga peluang untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Komunitas mengumpulkan orang. Ekosistem membuat setiap orang bertumbuh,” katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, TDA Surabaya 9.0 menghadirkan lima pilar utama yang menjadi landasan setiap program organisasi, yaitu Grow Together, Connect Together, Scale Together, Impact Together, dan Legacy Together.
Melalui kelima pilar tersebut, TDA Surabaya ingin memastikan setiap anggota memperoleh ruang untuk belajar, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas bisnis, menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sekaligus menyiapkan regenerasi pemimpin yang akan melanjutkan estafet organisasi di masa mendatang.
Arif menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kepengurusan bukan ditentukan oleh banyaknya agenda yang diselenggarakan, melainkan oleh dampak nyata yang dirasakan para anggota.
“Program hanyalah kendaraan. Perubahan adalah tujuan,” tegasnya.
Ke depan, TDA Surabaya 9.0 juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga lembaga pendukung UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembelajaran, pendampingan, jejaring bisnis, pembiayaan, maupun peluang pasar bagi para pelaku usaha di Jawa Timur.
Semangat tersebut selaras dengan arah gerak TDA Indonesia 9.0 melalui tagline Let’s Go Together, yang mengajak seluruh anggota untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ekosistem kewirausahaan nasional.
Dengan dimulainya kepengurusan baru, TDA Surabaya optimistis dapat menjadi katalis lahirnya lebih banyak pengusaha tangguh, UMKM yang naik kelas, kolaborasi yang semakin luas, serta pemimpin-pemimpin baru yang akan terus melanjutkan estafet kebermanfaatan bagi dunia kewirausahaan Indonesia.