Antisipasi Lonjakan Populasi HPR, Disbunnak Landak Siapkan 400 Dosis Vaksin Rabies di Sengah Temila
Rivaldi Ade Musliadi July 30, 2026 12:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) bergerak cepat memutus rantai penularan penyakit rabies. 

Upaya ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR), khususnya populasi anjing, di Desa Tonang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak pada Rabu 29 Juli 2026.

Langkah preventif ini diambil guna memastikan wilayah Kabupaten Landak, khususnya Kecamatan Sengah Temila, aman dari ancaman gigitan hewan berdarah panas yang berpotensi membawa virus rabies.

Untuk mengoptimalkan cakupan penjangkauan, tim medis veteriner menerjunkan petugas ke lapangan dengan menerapkan metode jemput bola atau door to door mendatangi satu per satu pemukiman warga.

Metode Door to Door: Efektif Jangkau Seluruh Anjing Peliharaan

Dalam pelaksanaannya di lapangan, para petugas kesehatan hewan didampingi langsung oleh perangkat desa serta para Kepala Dusun setempat. 

Skema door to door ini dipilih agar proses penyuntikan vaksin berjalan efektif tanpa memicu stres pada hewan akibat dikumpulkan di satu titik lokasi massal.

• Stok BBM di SPBU Karangan Landak Aman, Polisi Imbau Masyarakat tidak Panik

Dokter Hewan Disbunnak Kabupaten Landak, drh Novrianto Albertino, menjelaskan bahwa fokus utama sasaran vaksinasi periode ini dispesifikasikan pada hewan anjing yang berada dalam kondisi tubuh sehat.

"Hari ini target vaksinasi kita di Desa Tonang fokus untuk hewan anjing. Sistemnya dilakukan dengan mendatangi setiap rumah warga yang memiliki anjing peliharaan, sehingga petugas langsung memberikan suntikan vaksin di lokasi," ujar drh Novrianto Albertino saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Sebelum tim bergerak ke rumah-rumah warga, Pemerintah Desa Tonang bersama para Kepala Dusun telah terlebih dahulu melakukan pendataan awal secara presisi terkait estimasi jumlah populasi anjing yang ada.

Pasokan Vaksin Ditambah Jadi 400 Dosis Guna Antisipasi Populasi

Berdasarkan pemetaan dan data historis tahun sebelumnya, Disbunnak Kabupaten Landak menambah alokasi pasokan vaksin yang dibawa ke lokasi pada tahun 2026 ini.

drh Novrianto mengungkapkan, pada pelaksanaan program vaksinasi tahun sebelumnya, sebanyak 373 dosis vaksin berhasil terserap menyeluruh di Desa Tonang. 

Mengingat adanya potensi dinamika kelahiran dan peningkatan populasi anjing warga, jumlah alokasi disesuaikan menjadi sekitar 400 dosis.

"Tahun lalu terserap 373 dosis di Desa Tonang. Oleh karena itu, jumlah vaksin tahun ini kita tambah sekitar 30 dosis menjadi 400 dosis untuk mengantisipasi adanya peningkatan populasi anjing baru di masyarakat," jelasnya.

Penambahan kuota ini diharapkan mampu membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi HPR di Desa Tonang, sehingga risiko penularan rabies ke manusia dapat ditekan hingga titik nol.
Trauma Kasus Meninggal Dunia, Warga Dukung Penuh Pentingnya Vaksinasi

Pelaksanaan vaksinasi massal door to door ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran pemerintah desa serta masyarakat setempat. 

Kepala Dusun Baseko, Desa Tonang, Firmanus Tonik Kortis, menyatakan bahwa warga menyambut terbuka kedatangan tim medis.

Firmanus mengungkapkan, tingginya kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat bukan tanpa alasan. 

Desa Tonang memiliki catatan kelam, di mana wilayah tersebut pernah ditemukan kasus penularan rabies yang mengakibatkan korban jiwa meninggal dunia berdasarkan diagnosis medis.

"Kami memandang sangat positif kegiatan vaksinasi ini. Desa Tonang pernah mengalami kasus rabies hingga menyebabkan korban meninggal dunia, sehingga kami sangat serius dalam upaya pencegahannya," ungkap Firmanus Tonik Kortis saat mendampingi petugas di Dusun Baseko.

Ia menambahkan, kesadaran warga Desa Tonang akan bahaya gigitan HPR kini sudah sangat tinggi. 

Edukasi yang berkelanjutan serta sosialisasi yang rutin dilakukan pihak dinas membuat warga tak ragu lagi membiarkan anjing peliharaan mereka disuntik vaksin.

"Program vaksinasi rabies ini bukan yang pertama kali dilakukan di desa kami. Masyarakat sudah paham betul manfaatnya untuk keselamatan keluarga dan lingkungan, sehingga mereka sangat mendukung kegiatan ini," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.