Terjerumus di Perang Baru, Arab Saudi Berisiko Jadi Target Balasan Iran seusai Bantu Operasi AS
Aura Dewi Arafuru July 30, 2026 01:12 PM

- Arab Saudi mulai terlibat dalam operasi militer bersama Amerika Serikat dengan menyerang milisi pro Iran di Irak. 

Langkah ini dinilai membuka risiko baru, karena Riyadh berpotensi menjadi sasaran balasan Iran dan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

Arab Saudi akhirnya ikut terlibat dalam operasi militer bersama AS setelah berbulan-bulan menghindari konflik langsung dengan Iran.

Jet tempur Saudi bersama pesawat AS menyerang basis milisi pro Iran di wilayah Irak timur pada Selasa (28/7).

Operasi itu dilakukan setelah Saudi selama sepekan dihujani rudal dan drone dari Houthi serta milisi sekutu Iran di Irak.

CENTCOM menyebut serangan gabungan tersebut sebagai respons atas puluhan serangan drone yang dikaitkan dengan jaringan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC.

Keputusan Riyadh ikut menyerang dinilai menjadi perubahan besar dalam sikap Saudi di tengah konflik Timur Tengah.

Selama ini, Saudi berusaha menjaga stabilitas demi melindungi investasi dan pertumbuhan ekonominya.

Namun meningkatnya ancaman keamanan membuat Riyadh memilih bertindak bersama AS.

Langkah itu dinilai membawa risiko besar bagi Kerajaan Saudi.

Menurut mereka, Saudi kini bukan hanya menghadapi milisi di Irak dan Yaman, tetapi juga berpotensi menjadi sasaran balasan Iran.

Meski jarang menyerang langsung wilayah Saudi, Iran beberapa kali menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di negara tersebut.

Pemerintah Saudi menegaskan tidak menginginkan eskalasi, tetapi siap merespons setiap ancaman yang muncul.

Di saat yang sama, Houthi terus meningkatkan tekanan dengan menyerang fasilitas minyak dan kapal-kapal Saudi di Laut Merah.

Rangkaian serangan itu dinilai menjadi alasan utama Riyadh meninggalkan sikap menahan diri.

Meski memiliki sistem pertahanan yang semakin modern, Saudi tetap dinilai rentan menghadapi pola perang asimetris.

Keterlibatan Saudi bersama AS kini memunculkan kekhawatiran baru.

Riyadh dinilai semakin berisiko menjadi target balasan Iran jika konflik terus meluas. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.