WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pagi dan sore hari di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, menjadi salah satu titik dengan aktivitas lalu lintas yang padat.
Di tengah arus kendaraan yang terus bergerak, pejalan kaki kini memiliki pilihan baru untuk menyeberang jalan setelah fasilitas pelican crossing resmi digunakan menggantikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Sebelumnya, truk pengangkut alat berat menabrak JPO di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, yang mengakibatkan struktur jembatan mengalami kerusakan parah hingga harus dibongkar.
Pantauan Warta Kota, Kamis (30/7/2026) pukul 11.30 WIB, pelican crossing ini hanya berjarak 20 meter dari lokasi JPO yang ditabrak truk.
Baca juga: Alphard Terobos Pelican Crossing Bundaran HI, Dishub DKI: Kendaraan Wajib Utamakan Pejalan Kaki
Terlihat pelican crossing dibuat di dua arah, baik arah Blok M maupun Pancoran.
Fasilitas penyeberangan jalan ini dilengkapi lampu penyeberangan dan tombol untuk memprioritaskan keselamatan pejalan kaki.
Namun, lampu dan tombol penyeberangan di pelican crossing Tendean itu tidak berfungsi.
Akibatnya, pejalan kaki harus menunggu kendaraan yang melintas tidak terlalu ramai terlebih dahulu untuk menyeberang.
Baca juga: Tunggu JPO Tendean Dibangun, Pemprov DKI Siapkan Pelican Crossing
Saat kendaraan ramai, pejalan kaki sampai mengangkat tangan sebagai penanda ingin menyeberang.
Tidak ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) di sekitar lokasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan, penyediaan pelican crossing di Jalan Tendean, adalah kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga: Penampakan Pelican Crossing Stasiun Cikini, Ojol hingga Bajaj Masih Turunkan Penumpang Sembarangan
"Fasilitas penyeberangan disediakan sebagai akses sementara bagi masyarakat pasca pembongkaran JPO Tendean yang mengalami kerusakan berat hingga dibangun kembali JPO pengganti," kata Siti, Kamis.
Sebagai bentuk dukungan penyediaan fasilitas tersebut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menata akses pejalan kaki dengan memasang paving block pada area median jalan untuk menghubungkan jalur penyeberangan di kedua sisi jalan.
Pekerjaan tersebut merupakan hasil koordinasi dan survei lapangan bersama Dinas Perhubungan dan instansi terkait untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penataan Kawasan
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan memastikan, fasilitas penyeberangan tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sejak Selasa (28/7/2026).
Kehadiran pelican crossing ini ditandai dengan pemasangan zebra cross serta penataan ulang area median tengah trotoar.
"Pelican crossing sudah bisa dipakai," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, saat dikonfirmasi, Kamis.
Bernad menjelaskan, proses penataan kawasan masih terus dilakukan untuk menyempurnakan fasilitas pendukung.
Salah satunya adalah perapihan median jalan yang kini menggunakan paving.
Agar pengguna jalan dapat beradaptasi dengan perubahan fasilitas penyeberangan tersebut, Dishub Jakarta Selatan juga menempatkan sejumlah personel di lokasi.
Mereka bertugas memberikan sosialisasi kepada pejalan kaki sekaligus mengingatkan pengendara agar lebih memperhatikan keberadaan pelican crossing.
"Anggota kami juga ditempatkan di lokasi untuk membantu membiasakan kendaraan yang melintas untuk memperhatikan adanya pelican crossing baru," ujar Bernad. (m31)