TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI – Seorang kasir di salah satu swalayan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, menjadi sorotan publik setelah video dirinya dimarahi seorang pembeli viral di media sosial.
Peristiwa tersebut bermula dari dugaan kesalahan saat proses transaksi. Seorang pelanggan menemukan ada satu barang senilai Rp54 ribu yang tercetak di struk belanja, padahal menurutnya barang tersebut tidak dibeli.
Video yang memperlihatkan pembeli meluapkan emosi kepada kasir kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden terjadi di salah satu swalayan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.
Kesalahan input barang diduga memicu adu mulut antara pelanggan dan kasir hingga pembeli melontarkan kata-kata bernada keras di depan pengunjung lainnya.
Setelah video tersebut viral, perhatian publik justru mengarah kepada kondisi kasir yang dinilai tetap berusaha tenang menghadapi kemarahan pelanggan.
Usai kejadian itu viral, kasir yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui sebuah video.
Dalam pernyataannya, ia mengakui kesalahan saat bekerja dan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Terkait dengan kejadian yang kemarin, saya ingin mengklarifikasikan bahwa hal tersebut merupakan kelalaian saya dalam bekerja. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bu Wati atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pelanggan. Saya bertanggung jawab penuh atas kejadian ini."
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi bekerja di swalayan tersebut sejak 20 Juli 2026.
Selain itu, pihak swalayan disebut tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam video klarifikasi terpisah, pelanggan yang sebelumnya memarahi kasir juga menyampaikan permintaan maaf.
Ia mengaku ucapan yang dilontarkan saat kejadian dipicu emosi sesaat dan tidak bermaksud memperpanjang persoalan.
Pelanggan tersebut berharap masyarakat tidak lagi memperkeruh situasi di media sosial.
"Saya ingin mengatakan kepada Mbak Putri, dari segi perkataan dan tindakan, saya sadar penuh. Itu spontan."
"Untuk netizen, tidak perlu ribut-ribut. Saya ingin berdamai kepada Mbak Putri."
Ia juga menyampaikan bahwa pemilik swalayan telah datang untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, banyak warganet menyampaikan simpati kepada kasir yang menjadi sasaran kemarahan pelanggan.
Di media sosial, beredar informasi bahwa kasir tersebut kini menerima banyak tawaran pekerjaan dari berbagai pihak.
Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang merinci jumlah maupun asal tawaran kerja tersebut.
(Tribunmataraman.com)