POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) membeberkan kriteria dan mekanisme penetapan penerima bantuan perlengkapan sekolah gratis yang akan mulai disalurkan pada Agustus 2026 mendatang.
Program yang bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga pada awal tahun ajaran baru tersebut diprioritaskan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Sabarudin, mengatakan penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan data sosial dan ekonomi yang telah terverifikasi. Adapun indikator utama yang digunakan adalah kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori 1 dan 2.
"Syarat utamanya adalah dari keluarga tidak mampu. Kita acuannya siswa yang memiliki KIP dan siswa yang terdata di DTSEN 1 serta DTSEN 2," kata Sabarudin kepada Posbelitung.co, Kamis (30/7/2026).
Sabarudin menjelaskan, penetapan data awal penerima bantuan dilakukan secara teliti melalui proses rekapitulasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang kemudian di-crosscheck kembali di lapangan.
Selain berdasarkan ekonomi, Dindik Beltim juga menaruh prioritas penyaluran pada para siswa baru, yakni murid kelas 1 SD dan siswa kelas 7 SMP.
"Secara prioritas kita fokuskan dulu untuk siswa baru yang baru masuk, yaitu kelas 1 SD dan kelas 7 SMP," ungkapnya.
Sabarudin meluruskan bahwa untuk siswa kelas di atasnya (kelas 2 SD hingga 9 SMP), sebagian besar telah terakomodasi pada penyaluran program bantuan tahun anggaran sebelumnya.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan siswa kurang mampu di kelas atas tetap bisa menerima bantuan jika kuota dari penyaluran awal masih menyisakan alokasi.
"Bukan berarti kelas di atasnya tidak dapat sama sekali. Nanti kalau dari kuota alokasi awal untuk kelas 1 SD dan kelas 7 SMP sudah terpenuhi dan masih ada sisa, bisa kita alihkan ke siswa kelas atas yang membutuhkan," jelasnya.
Diketahui dari data Dindik Beltim saat ini, alokasi awal bantuan siap disalurkan kepada 348 siswa SD dan 354 siswa SMP di 7 kecamatan. Jumlah ini diproyeksikan masih akan bertambah seiring penambahan anggaran pada pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) mendatang.
Dindik Beltim berharap program bantuan perlengkapan sekolah ini dapat berjalan tepat sasaran sehingga angka putus sekolah di Belitung Timur dapat terus ditekan. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)