Mahfud MD Napak Tilas ke Linggarjati, Singgung Pemimpin Korup: Jangan Kotori Indonesia
Budi Sam Law Malau July 30, 2026 03:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mahfud MD membagikan kisah perjalanan yang sarat makna selama dua hari menggunakan Kereta Api (KA) Taksaka dari Jakarta menuju Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.

Di balik perjalanan tersebut, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga cita-cita para pendiri bangsa dan menolak kepemimpinan yang korup.

Cerita itu diunggah Mahfud melalui akun X pribadinya, @mohmahfudmd, Kamis (30/7/2026), lengkap dengan sejumlah foto yang mendokumentasikan aktivitasnya selama perjalanan.

Mahfud mengawali kisahnya dengan momen yang tak disangka saat berada di atas KA Taksaka.

Ia bertemu kembali dengan Laksamana Muda TNI (Purn) Room Effendi, mantan ajudan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pertemuan itu menjadi sangat emosional karena keduanya sudah sekitar 25 tahun tidak bertemu sejak sama-sama mendampingi Gus Dur menjalankan tugas kenegaraan, termasuk dalam berbagai kunjungan ke luar negeri.

Baca juga: Mahfud MD Desak Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Minta Misteri Kematian Diungkap Tanpa Spekulasi

"2 hari berkereta dgn KA TAKSAKA, menggali kenangan yang menyenangkan dan mengharukan. Di atas kereta bertemu dgn Laksda Purn. Room Effendi eks. Ajudan Presiden Gus Dur. 25 tahun tak ketemu, kami jadi mengenang saat sama-sama bertugas mendampingi Presiden sampai ke beberapa negara," tulis Mahfud.

Setibanya di Cirebon, Mahfud langsung menghadiri Halaqah Kebangsaan bersama KH Faiz di Pondok Pesantren Buntet, salah satu pesantren yang memiliki jejak panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan menjadi pembicara dalam talk show Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di Cirebon.

Dalam forum tersebut, Mahfud membahas tema "Problema Penegakan Hukum", isu yang selama ini menjadi perhatian utamanya.

Keesokan harinya, Mahfud melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Kuningan untuk mengunjungi Museum Linggarjati, lokasi bersejarah tempat berlangsungnya Perundingan Linggarjati antara Indonesia dan Belanda.

Perundingan ini menjadi salah satu tonggak diplomasi menuju pengakuan kedaulatan Indonesia.

Di museum tersebut, Mahfud mengaku larut dalam suasana sejarah dan perjuangan para tokoh bangsa yang menurutnya berjuang dengan penuh keikhlasan dan kejujuran.

"Mengharukan mengenang tokoh yang berjuang dgn ikhlas dan penuh kejujuran untuk memerdekakan dan membangun Indonesia seperti yang diperlihatkan di Museum Linggarjati itu," tulisnya.

Dari refleksi sejarah itulah Mahfud kemudian menyampaikan pesan yang paling menonjol dalam unggahannya. 

Ia menegaskan bahwa cita-cita para pendiri bangsa harus terus dijaga dan Indonesia tidak boleh dirusak oleh praktik korupsi.

"Kita harus lanjutkan perjuangan para pemimpin itu yakni membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur serta tidak dikotori oleh pemimpin-pemimpin korup," tegas Mahfud.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, Mahfud kembali ke Stasiun Cirebon dan melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dengan KA Taksaka.

Sehari sebelumnya, Mahfud juga sempat mengunggah kesannya menggunakan layanan kereta tersebut.

Ia memuji ketepatan waktu, kebersihan, hingga pelayanan makanan yang disediakan selama perjalanan.

"Naik Kereta Taksaka dari Jakarta ke Cirebon sangat nyaman. Tepat waktu, bersih, konsumsi tinggal pilih sesuai selera. Saya suka makan Sei Sapi. Enak. Ponpes Buntet, I am coming," tulisnya.

Baca juga: Drama Pelukan Kapolri-Jaksa Agung, Mahfud MD Sebut Barter Kasus dan Gempa Bumi Hukum

Belakangan, Mahfud memang kerap menyuarakan pandangan kritis melalui akun media sosial maupun kanal YouTube Mahfud MD Official.

Ia beberapa kali mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI).

Selain itu, Mahfud juga konsisten menyoroti isu pemberantasan korupsi.

Dalam pernyataan terbarunya, ia bahkan mengecam keras mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang telah menjadi tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta menyatakan bahwa pelaku korupsi yang merusak penegakan hukum layak dijatuhi hukuman berat.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.