Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Tokio Marine Holdings menempati posisi teratas dalam peringkat gaji perusahaan asuransi umum terbesar di Jepang. Rata-rata penghasilan tahunan karyawan perusahaan induk tersebut mencapai 14,87 juta yen atau Rp1,64 Miliar setahun pada tahun fiskal 2025.
Berdasarkan laporan Diamond Online hari ini (30/7/2026) yang mengolah laporan sekuritas tiga kelompok asuransi umum terbesar, seluruh perusahaan induk mencatat rata-rata gaji lebih dari 10 juta yen per tahun.
SOMPO Holdings berada di posisi kedua dengan rata-rata 12,59 juta yen, sedangkan MS&AD Insurance Group Holdings menempati posisi ketiga dengan 12,37 juta yen.
Tokio Marine Holdings memiliki 1.339 karyawan, sementara SOMPO Holdings mempekerjakan 489 orang dan MS&AD Holdings 478 orang.
Tingginya gaji pada perusahaan induk juga dipengaruhi oleh komposisi karyawan yang sebagian besar merupakan pejabat dan tenaga manajerial.
Baca juga: Anggota DKPP yang Disanksi Etik Tak Boleh Sidang 3 Bulan Tetap Dapat Gaji
Untuk menggambarkan kondisi pekerja secara lebih nyata, survei juga membandingkan empat perusahaan utama yang menjalankan bisnis asuransi umum di Jepang.
Tokio Marine & Nichido Fire Insurance kembali berada di posisi pertama dengan rata-rata gaji tahunan sebesar 9,05 juta yen.
Mitsui Sumitomo Insurance berada di peringkat kedua dengan 8,14 juta yen, disusul Aioi Nissay Dowa Insurance sebesar 7,58 juta yen. Sompo Japan Insurance menempati posisi terakhir dengan rata-rata 7,41 juta yen.
Peringkat gaji perusahaan operasional:
Tokio Marine & Nichido Fire Insurance: 9,05 juta yen
Mitsui Sumitomo Insurance: 8,14 juta yen
Aioi Nissay Dowa Insurance: 7,58 juta yen
Sompo Japan Insurance: 7,41 juta yen
Mitsui Sumitomo Insurance dan Aioi Nissay Dowa Insurance sama-sama berada di bawah MS&AD Holdings. Namun, terdapat selisih rata-rata gaji lebih dari 500.000 yen di antara kedua perusahaan.
Keduanya dijadwalkan bergabung pada April 2027 dan membentuk Mitsui Sumitomo Aioi Insurance. Sistem penggajian perusahaan baru akan disesuaikan dengan standar Mitsui Sumitomo Insurance sehingga kesenjangan penghasilan pegawai Aioi diperkirakan berangsur-angsur hilang.
Posisi terakhir Sompo Japan dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan tingkat gaji pegawai pada jabatan yang setara dengan perusahaan lain.
Sompo Japan menjelaskan bahwa proporsi pegawai dengan ruang lingkup pekerjaan terbatas—termasuk karyawan yang tidak diwajibkan pindah ke daerah lain—lebih tinggi dibandingkan perusahaan pesaing. Pegawai kategori regional dengan tingkat gaji relatif lebih rendah ikut dimasukkan dalam perhitungan rata-rata.
Baca juga: Keyence Jepang Puncaki Daftar Gaji Perusahaan Robot Jepang, Rata-rata Rp2,4 Miliar per Tahun
Jumlah pegawai Sompo Japan yang tercatat dalam laporan sekuritas juga melampaui 20.000 orang, jauh lebih banyak dibandingkan beberapa pesaingnya.
Walaupun berada di posisi terakhir, rata-rata gaji Sompo Japan meningkat 730.000 yen atau 10,9 persen hanya dalam satu tahun. Kenaikan itu didorong oleh peningkatan gaji pokok sekitar 3 persen, pembayaran bonus khusus, serta perubahan sistem penggajian bagi pegawai berusia 60 tahun ke atas yang dipekerjakan kembali.
Dibandingkan tahun fiskal 2021, ketika rata-rata gajinya 6,26 juta yen, penghasilan pegawai Sompo Japan telah meningkat 18,4 persen.
Tiga kelompok asuransi umum terbesar Jepang mencatat pertumbuhan pendapatan pada tahun buku yang berakhir Maret 2026.
Laba bersih konsolidasi SOMPO Holdings melonjak sekitar 2,6 kali menjadi 640 miliar yen. MS&AD Holdings membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah sebesar 787,3 miliar yen, naik 13,8 persen.
Tokio Marine Holdings mencatat penurunan laba bersih 7,1 persen menjadi 980,4 miliar yen. Namun, penurunan terutama disebabkan berkurangnya keuntungan dari penjualan saham strategis. Jika faktor tersebut dikeluarkan, laba bersih dari kegiatan utama perusahaan tetap meningkat.
Kinerja kuat industri ditopang oleh sedikitnya bencana alam besar di Jepang dan luar negeri serta pertumbuhan bisnis internasional. Minimnya bencana mengurangi pembayaran klaim dalam jumlah besar.
Namun, perusahaan masih menghadapi masalah pada bisnis asuransi kendaraan. Inflasi telah meningkatkan biaya perbaikan dan harga suku cadang, sementara kenaikan premi belum mampu mengimbangi peningkatan pembayaran klaim.
Industri juga harus mempersiapkan diri menghadapi masa ketika seluruh kepemilikan saham strategis telah dijual. Setelah keuntungan dari penjualan saham tidak tersedia lagi, peningkatan keuntungan dan gaji karyawan akan semakin bergantung pada kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari bisnis asuransi utamanya.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com