Sumut Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kejurnas Bola Tangan 2026, Pertandingkan Nomor Indoor dan Pantai
Randy P.F Hutagaol July 30, 2026 04:12 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Provinsi Sumatera Utara kembali mendapat kepercayaan dari Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan 2026. Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 30 Oktober 2026 dengan mempertandingkan kategori indoor dan pantai untuk level senior.

Untuk kategori indoor, pertandingan akan digelar di GOR Futsal Dispora Sumatera Utara. Sementara kategori bola tangan pantai direncanakan berlangsung di kawasan pesisir Kabupaten Serdang Bedagai, meski opsi di Kabupaten Samosir juga sempat menjadi pertimbangan Pengprov ABTI Sumut.

Ketua Umum Pengprov ABTI Sumut Hendra Cipta melalui Sekretaris Umum ABTI Sumut, Agustin, mengatakan penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi kepengurusan yang baru memasuki tahun kedua sejak dilantik.

Menurut Agustin, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan bola tangan di Sumatera Utara mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat nasional.

"Ini menjadi hal yang luar biasa bagi kami. Walaupun kepengurusan provinsi di Sumatera Utara masih tergolong baru dibanding daerah lain, tetapi kami mampu menunjukkan perkembangan pembinaan bola tangan yang cukup pesat sehingga mendapatkan kepercayaan dari PB ABTI menjadi tuan rumah Kejurnas," ujar Agustin kepada Tribun Medan.

Ia mengungkapkan, perkembangan bola tangan Sumatera Utara bahkan menjadi pembahasan dalam Musyawarah Nasional PB ABTI yang digelar di Pontianak beberapa waktu lalu. Tidak hanya PB ABTI, sejumlah pengurus provinsi lain juga memberikan apresiasi terhadap sistem pembinaan yang telah dijalankan Sumut.

Menurutnya, pembinaan di Sumatera Utara sudah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Pola tersebut dinilai menjadi salah satu yang paling aktif di Indonesia.

"Kami sudah memulai pembinaan dari usia dini. Jadi bukan hanya membentuk tim senior, tetapi juga menyiapkan regenerasi atlet. Hal itu yang membuat Sumatera Utara mendapat banyak apresiasi dari provinsi lain," katanya.

Agustin menjelaskan, penyelenggaraan Kejurnas di Sumatera Utara juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengurus ABTI kabupaten dan kota agar semakin serius mengembangkan olahraga bola tangan di daerah masing-masing.

Selama ini, Pengprov ABTI Sumut terus menjalankan pembinaan secara berjenjang melalui kejuaraan tingkat kabupaten/kota, Kejuaraan Daerah (Kejurda), hingga kini dipercaya menggelar Kejuaraan Nasional.

Selain menjadi ajang prestasi, Kejurnas 2026 juga akan menjadi bagian dari persiapan Sumatera Utara menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Sumatera Barat.
Agustin mengatakan persaingan bola tangan di Pulau Sumatera kini semakin ketat karena sudah terdapat sekitar 10 provinsi yang aktif melakukan pembinaan.

"Kejurnas nanti juga menjadi tolok ukur kekuatan kami sebelum menghadapi Porwil. Persaingan di Sumatera semakin bagus sehingga kami harus mempersiapkan diri sejak sekarang," ucapnya.

Sebagai tuan rumah, ABTI Sumut menargetkan partisipasi sekitar 20 provinsi dari total 24 provinsi di Indonesia yang kini telah memiliki kepengurusan bola tangan aktif.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai mengingat antusiasme pengurus provinsi lain semakin tinggi setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional.

"Kami berharap 20 provinsi bisa hadir di Sumatera Utara. Semangat teman-teman provinsi lain untuk datang sangat besar dan ini menjadi tantangan bagi kami untuk menjadi tuan rumah yang sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi," katanya.

Dalam menghadapi Kejurnas, ABTI Sumut juga telah mempersiapkan atlet secara intensif tanpa menghentikan program latihan sejak berakhirnya Kejurnas tahun 2025 lalu.
Untuk nomor indoor, Sumatera Utara akan menurunkan tim putra dan putri. Masing-masing tim diperkuat 16 atlet dan empat ofisial sehingga total terdapat 20 orang dalam setiap kontingen.

Sementara pada kategori bola tangan pantai, Sumut berencana menurunkan dua tim. Agustin menjelaskan atlet indoor dapat dimainkan pada kategori pantai, namun pihaknya juga ingin memperbanyak jumlah atlet dengan membentuk tim tersendiri.

"Semangat kami adalah memberi kesempatan kepada lebih banyak atlet untuk tampil sehingga pembinaan semakin luas," katanya.

Terkait lokasi pertandingan bola tangan pantai, Agustin menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Samosir.

Kedua daerah menyambut positif rencana tersebut, namun Serdang Bedagai dinilai memiliki peluang lebih besar karena mempertimbangkan faktor akomodasi, akses transportasi, serta ketersediaan penginapan bagi peserta dari berbagai provinsi.

Selain aspek teknis, penyelenggaraan di kawasan pantai juga diharapkan mampu memperkenalkan destinasi wisata Sumatera Utara kepada para atlet dan ofisial dari seluruh Indonesia.

"Peserta yang datang nantinya bukan hanya bertanding, tetapi juga bisa menikmati potensi wisata di Sumatera Utara, terutama di Serdang Bedagai ataupun Samosir," ujarnya.

Pada sektor prestasi, Sumatera Utara memasang target tinggi. Agustin mengakui persaingan akan berlangsung ketat karena harus menghadapi tim-tim kuat seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Timur yang menjadi langganan juara nasional.

Meski demikian, ia optimistis perkembangan kemampuan atlet Sumatera Utara mampu menghadirkan kejutan.

"Target kami tentu meraih medali emas atau bahkan trofi juara. Memang lawannya berat, tetapi kami melihat perkembangan atlet cukup signifikan dan mereka terus mengikuti perkembangan bola tangan nasional maupun dunia," katanya.

Sebagai catatan, pada Kejurnas sebelumnya Sumatera Utara berhasil membawa pulang satu medali perunggu melalui nomor putri bola tangan pantai. Prestasi tersebut diraih ketika kepengurusan Sumatera Utara baru berjalan sekitar lima bulan.

Lebih lanjut, Agustin berharap Kejurnas 2026 menjadi momentum melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu menembus level nasional hingga internasional.

Terlebih, cabang olahraga bola tangan telah dipastikan masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Kesempatan tersebut dinilai menjadi motivasi besar bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan.

"Kami berharap seluruh atlet tetap semangat berlatih. Pengurus juga terus mendorong kabupaten dan kota melakukan pembinaan secara intensif agar semakin banyak atlet Sumatera Utara yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," tutup Agustin.

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.