SURYA.CO.ID - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat pertumbuhan positif sepanjang semester I 2026.
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
Pencapaian tersebut dinilai tidak lepas dari percepatan transformasi perusahaan yang menjadikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu pilar utama pengembangan bisnis.
"Tren positif tersebut menunjukkan bagaimana transformasi berbasis AI mampu memperkuat bisnis Perseroan saat ini sekaligus membangun fondasi dari pertumbuhan digital Indonesia kedepan," kata Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, melalui pesan rilis yang diterima SURYA.co.id, Selasa (28/7/2026).
Vikram menjelaskan, strategi AI North Star menjadi arah transformasi Indosat dari perusahaan penyedia layanan konektivitas menuju perusahaan teknologi berbasis AI yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
"Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia," lanjutnya.
Selama enam bulan pertama 2026, pertumbuhan bisnis Indosat juga ditopang efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang disiplin. Penerapan AI semakin luas dalam layanan digital yang digunakan pelanggan setiap hari.
Sejumlah fitur seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan.
Pengembangan tersebut turut mendorong trafik data meningkat 19,9 persen YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) naik 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Jumlah pelanggan seluler pun tetap solid di angka 93,4 juta.
Kinerja yang terus bertumbuh membuat Indosat mempercepat investasi untuk menopang ekspansi bisnis teknologi di masa depan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.
Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, perusahaan memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light sehingga memiliki ruang investasi yang lebih besar.
"Didukung oleh permodalan yang semakin kuat, Indosat juga terus memperluas bisnis AI Cloud seiring meningkatnya adopsi AI di sektor industri," jelas Vikram.
Sepanjang semester pertama 2026, bisnis AI Cloud menghasilkan pendapatan US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang sebesar US$28 juta. Kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di Indonesia.
Untuk memperkuat layanan digital, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
"Untuk mendukung ekosistem AI yang terus berkembang, Indosat juga terus memperkuat konektivitasnya. Indosat baru saja memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang meningkatkan kapasitas jaringan dan kualitas layanan seiring kebutuhan akan pengalaman digital berbasis AI yang terus tumbuh," terang Vikram.
Penambahan kapasitas jaringan tersebut diharapkan mendukung pengembangan layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA), sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat dan personal bagi pelanggan.
Selain memperkuat bisnis, Indosat juga menekankan penerapan teknologi yang berkelanjutan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan sistem pengelolaan energi berhasil menekan intensitas emisi karbon hingga 50,89 persen.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni–November 2026.
Perusahaan juga menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan RI bersama Wadhwani Foundation untuk mengembangkan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029.
Pada kesempatan yang sama, Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyampaikan bahwa wilayah Jawa Timur juga mencatatkan pertumbuhan penggunaan layanan data selama semester pertama 2026.
"Hingga akhir kuartal II 2026, wilayah ini melayani lebih dari 14 juta pelanggan, menjadikannya basis pengguna Indosat terbesar kedua di Indonesia. Hasil positif ini merupakan buah manis dari ekspansi inklusi digital melalui program 'Desa Terkoneksi'," tambah Fahd.
Program tersebut telah menjangkau 230 desa di Jawa Timur dan didukung hampir 25.000 BTS 4G serta 650 BTS 5G. Melalui perluasan jaringan dan edukasi digital di wilayah pedesaan, Indosat berupaya memperluas inklusi digital sekaligus mendorong produktivitas masyarakat.