Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kebakaran menghanguskan sebuah dapur pengolahan kelapa cungkil menjadi kopra (sale u) di Dusun Jeumpa Mirah, Gampong Cot Bada, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan dapur beserta sekitar dua ton bahan baku kopra ludes dilalap api.
Dapur usaha tersebut merupakan milik Azmi (55), warga setempat.
Lokasi bangunan yang terbakar berada sekitar 10 meter dari rumah pemilik.
Beruntung, api tidak sempat merambat ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.
Informasi mengenai kebakaran segera diterima petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bireuen.
Sejumlah unit mobil pemadam langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api yang saat itu sudah membesar karena bangunan dapur didominasi material kayu yang mudah terbakar.
Baca juga: Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Lhokseumawe, Ini Imbauan Polisi
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik di dalam bangunan dapur.
Saat kejadian, proses pengolahan kelapa menjadi kopra telah selesai dan api tungku yang digunakan untuk mengeringkan kelapa sudah dipadamkan.
Azmi mengatakan, sebelum kebakaran terjadi dirinya telah memastikan api tungku benar-benar padam, kemudian pulang ke rumah.
Tidak lama berselang, ia melihat kobaran api muncul dari area instalasi listrik di dalam bangunan dapur.
"Saat itu api untuk memasak atau mengeringkan kelapa sudah saya padamkan. Tiba-tiba muncul api yang diduga berasal dari korsleting listrik di bangunan dapur tersebut," ujarnya.
Melihat api mulai membesar, Azmi bersama sejumlah warga berupaya memadamkan kobaran api menggunakan air dari sumur di sekitar lokasi.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena persediaan air di sumur cepat habis akibat kondisi musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun.
Api terus membesar dan dengan cepat melahap seluruh bangunan dapur beserta isi di dalamnya.
Baca juga: Kebakaran Lahan di Nagan Raya Terus Meluas, Sudah Capai 132 Hektare
Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran yang segera tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain.
Meski kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan, bangunan dapur beserta sekitar dua ton kelapa cungkil yang sedang diproses menjadi kopra tidak dapat diselamatkan.
Sebagian besar bahan baku hangus terbakar sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomi.
Azmi mengungkapkan usaha pengolahan kopra tersebut baru dirintis sekitar satu bulan dan masih berada dalam tahap uji coba.
Usaha itu melibatkan belasan pekerja, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh aktivitas produksi untuk sementara terpaksa dihentikan sambil menunggu pembangunan kembali fasilitas pengolahan yang rusak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar.
Dugaan penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat musnahnya bangunan dan bahan baku kopra.(*)