Sosok Lurah Paya Pasir Syerly, Pernah Di sebelum Viral soal Celetukan ke Warga
Laksmi Anindita July 30, 2026 04:44 PM

Diangkut Bus, Istri Bupati Pemalang yang Terjaring OTT Tiba di KPK


https://youtu.be/9OdQ32csNy8

TRIBUN-VIDEO.COM – Istri Bupati Pemalang, Noor Faizah Maenofie, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026) malam, setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Noor tiba bersama sejumlah pihak lain menggunakan bus dari Polres Pemalang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan tiba sekitar pukul 19.06 WIB menggunakan bus berwarna merah bernomor polisi G 7565 OD.

Setelah bus berhenti di pelataran Gedung KPK, petugas kepolisian dan KPK menggiring enam orang masuk melalui pintu belakang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah personel kepolisian bersenjata turut mengawal rombongan hingga memasuki area Gedung Merah Putih KPK.

Di antara rombongan tersebut tampak Noor Faizah Maenofie. Ia berjalan dengan kepala tertunduk tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Selain Noor, petugas juga membawa Sekretaris Daerah Kabupaten Pemalang Bagus Sutopo serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang Joko Tri Asmoro ke ruang pemeriksaan.

Kasat Lantas Polres Pemalang AKP Fitriyanto mengatakan rombongan mendapatkan pengawalan sejak diberangkatkan dari Pemalang hingga tiba di Jakarta.

"Ya kita kawal sampai tujuan di Jakarta," ujar Fitriyanto.

Kedatangan rombongan tersebut menyusul penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Jakarta sehari sebelumnya.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 21 orang dari Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

Penyelidikan yang semula mengarah pada dugaan suap terkait jual beli jabatan kini berkembang ke dugaan penerimaan yang berkaitan dengan proyek infrastruktur dan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan tim penyidik menemukan indikasi bahwa dugaan penerimaan tidak hanya berkaitan dengan jual beli jabatan, tetapi juga proyek-proyek di Kabupaten Pemalang.

Hingga Rabu malam, KPK masih memanfaatkan waktu pemeriksaan sesuai ketentuan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.

KPK dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Kamis (30/7/2026) guna menjelaskan konstruksi perkara, barang bukti, serta status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.