Diskes Metro Sebut Status Klaster TBC TPAS Karanganyar Butuh Penyelidikan Epidemiologi
Reny Fitriani July 30, 2026 04:45 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO -  Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Metro menegaskan bahwa keberadaan kasus Tuberkulosis (TBC) di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya klaster penyakit, apalagi menghubungkannya secara langsung dengan keberadaan TPAS.

Baca Juga: Diskes Metro Pastikan Penanganan TBC Warga Sekitar TPAS Karangrejo Berjalan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Fitri Agustina menjelaskan bahwa penetapan suatu status klaster tidak bisa didasarkan pada perkiraan atau penapisan awal semata, melainkan harus melalui proses penyelidikan epidemiologi yang komprehensif.

"Penetapan klaster penyakit harus melalui kajian ilmiah meliputi pemeriksaan klinis, analisis pola penyebaran kasus, investigasi faktor risiko, hingga penilaian kualitas lingkungan," tegas Fitri saat memberikan klarifikasi resmi, Kamis (30/7/2026).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait tingginya keluhan saluran pernapasan di pemukiman sekitar TPAS, Fitri mengingatkan pentingnya membedakan antara TBC dan penyakit pernapasan lainnya seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau asma.

Fitri mengatakan, penegakan diagnosis TBC harus dibuktikan secara medis sesuai standar laboratorium (seperti pemeriksaan dahak/sputum). Penapisan gejala awal saja belum cukup untuk menetapkan seseorang positif TBC.

"Kementerian Kesehatan mencatat kasus TBC di RT 33/RW 09 Karangrejo sebanyak 7 kasus kumulatif sejak 2024 hingga Juli 2026, di mana saat ini hanya tinggal 3 pasien aktif yang sedang menjalani pengobatan," ujarnya.

Fitri mengatakan, kasus TBC juga tersebar di RT dan RW lain, sehingga tidak menumpuk di satu titik saja.

Dia mengatakan, meski belum terbukti secara epidemiologi adanya hubungan langsung antara TPAS dan kasus TBC, Pemkot Metro memastikan pemantauan kualitas kesehatan warga tetap menjadi prioritas melalui surveilans berkala.

Sebagai langkah antisipasi dan verifikasi lapangan, Dinkes bersama UPTD Puskesmas Karangrejo telah menggelar dua kali kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Cek Kesehatan Gratis pada Mei dan Juli 2026 yang diikuti oleh 84 warga.

Petugas juga diterjunkan secara door-to-door untuk memantau kondisi lingkungan serta kesehatan warga secara langsung.

"Diskes Kota Metro mengimbau publik dan media untuk mengacu pada data medis yang valid dan terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kepanikan di tengah masyarakat," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.