TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Modus penipuan siber baru yang memanfaatkan perangkat pemancar sinyal seluler palsu atau fake BTS marak terjadi.
Praktik kejahatan ini berpotensi menguras rekening korban melalui pengiriman pesan singkat (SMS) berisi tautan penipuan (phishing) yang dibuat seolah-olah berasal dari instansi atau layanan keuangan resmi.
Peristiwa ini menjadi viral setelah sejumlah pengguna media sosial membagikan pengalaman mereka.
Salah satunya diungkapkan oleh akun Threads @ris*****, yang mengaku mengalami penurunan sinyal seluler secara mendadak saat melintasi wilayah tertentu sebelum akhirnya menerima pesan mencurigakan.
Pola kerja kejahatan ini diawali dengan penurunan kualitas sinyal pada telepon seluler korban secara tiba-tiba dari jaringan 4G atau 5G menjadi 2G.
Penurunan jaringan secara paksa ini terjadi karena perangkat fake BTS memancarkan sinyal radio ilegal berdaya tinggi yang memutus koneksi ponsel dari pemancar resmi operator, lalu mengalihkannya ke pemancar palsu milik pelaku.
Setelah telepon seluler terhubung ke pemancar palsu tersebut, pelaku mulai mengirimkan SMS phishing secara masif kepada pengguna di area sekitarnya.
Pesan yang dikirimkan umumnya memuat iming-iming hadiah, penukaran poin, informasi pembaruan data rekening, hingga peringatan pemblokiran akun.
Di dalam pesan tersebut, pelaku menyertakan tautan situs web tiruan yang dirancang menyerupai halaman login resmi perbankan atau dompet digital.
Apabila korban terperdaya dan memasukkan data sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, kode PIN, atau One-Time Password (OTP) pada situs palsu tersebut, informasi pribadi tersebut akan langsung dikuasai oleh pelaku.
Data ini kemudian digunakan untuk mengambil alih akun perbankan dan menguras dana milik korban.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengonfirmasi keberadaan modus tersebut dan meminta masyarakat untuk selalu waspada.
Meski demikian, Komdigi memberikan catatan bahwa perubahan sinyal telepon seluler menjadi 2G tidak selalu disebabkan oleh serangan fake BTS, melainkan bisa juga akibat gangguan teknis pada jaringan operator seluler setempat.
Untuk mencegah terjadinya kerugian finansial akibat modus ini, masyarakat diimbau untuk mengenali indikasi awal dan menerapkan langkah-langkah pencegahan berikut:
Jangan membuka aplikasi mobile banking atau melakukan transaksi keuangan apa pun ketika sinyal telepon seluler mendadak turun ke jaringan 2G. Tunggu hingga koneksi kembali normal ke jaringan 4G atau 5G.
Jangan pernah mengklik tautan yang dikirimkan melalui SMS dari pengirim yang tidak dikenal, meskipun pesan tersebut mengatasnamakan bank atau lembaga resmi.
Selalu periksa kebenaran informasi mengenai promo, penukaran poin, atau pembaruan akun melalui kanal resmi, seperti aplikasi resmi, situs web resmi, atau layanan pelanggan lembaga terkait.
Tingkatkan Keamanan Perangkat Aktifkan fitur verifikasi dua langkah (two-factor authentication) pada seluruh akun penting dan lakukan pembaruan sistem operasi telepon seluler secara berkala.
Jika perangkat menyediakan fiturnya, nonaktifkan opsi penggunaan jaringan 2G secara manual.