Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh musim laporan keuangan periode semester I 2026 oleh emiten-emiten di pasar modal Indonesia.

IHSG ditutup menguat 94,97 poin atau 1,56 persen ke posisi 6.186,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,34 poin atau 2,03 persen ke posisi 618,86.

"IHSG rebound di tengah tekanan pasar eksternal dan ketidakpastian mengenai suksesi bank sentral Indonesia. Penguatan indeks ditopang kenaikan emiten bluechip dan musim rilis laporan keuangan," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, dari dalam negeri, Nico menyebut penguatan pasar masih dibatasi oleh ketidakpastian terkait suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI), tekanan terhadap kondisi fiskal, serta hambatan pada ekspor mineral.

Selain itu, pelaku pasar bersiap mencermati sejumlah data ekonomi domestik penting yang akan dirilis pekan depan, di antaranya data inflasi Juli 2026, neraca perdagangan Mei 2026, dan pertumbuhan PDB kuartal II 2026.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring pelaku pasar kembali mengevaluasi prospek kebijakan bank sentral AS The Fed seusai memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Di sisi lain, tiga anggota pertemuan FOMC menyampaikan perbedaan pendapat dengan mendukung kenaikan suku bunga, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan untuk menahan suku bunga tidak boleh dipandang sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter akan tetap pasif.

Selain itu, Warsh juga menambahkan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan terus bergantung pada perkembangan data ekonomi yang masuk.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 67 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026, atau meningkat dari 56 persen sehari sebelumnya. Sementara itu, ekspektasi terhadap kenaikan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin kini hampir sepenuhnya menghilang.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 1,87 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 1,86 persen dan 1,67 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ESTI, MDIA, TFIA, KJEN dan NICK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BLUE, AKSI, FLMC, HELI dan ZONE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.741.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 29,70 miliar lembar saham senilai Rp12,92 triliun. Sebanyak 511 saham naik 171 saham menurun, dan 281 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 431,81 poin atau 0,70 persen ke 61,866,00, indeks Shanghai melemah 0,62 poin atau 0,10 persen ke 3.804,69, indeks Hang Seng menguat 50,96 poin atau 0,20 persen ke 25.858,88, dan indeks Strait Times melemah 39,61 poin atau 0,69 persen ke 5.673,58.