TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA – Pesan penting dari Anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, mengusulkan agar skema dana jurnalisme yang tengah dibahas berbagai pemangku kepentingan lebih diprioritaskan untuk memperkuat kapasitas wartawan dibandingkan semata-mata menopang keberlangsungan perusahaan pers.
Ya, menurut Dahlan, keberlangsungan jurnalisme tidak hanya ditentukan oleh kondisi bisnis perusahaan media, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan fungsi jurnalistik di lapangan.
Baca juga: RESMI Daftar Nama Rotasi Kejagung: ST Burhanuddin Geser Kajari, cek Kalsel Kalteng Ada Perubahan
Menurut dia, perusahaan pers dapat berubah atau berganti seiring perkembangan industri.
"Kalau perusahaan pers ini berguguran, mana yang harus lebih dulu diselamatkan, jurnalisnya atau perusahaan persnya? Kalau menurut saya, jurnalisnya," kata Dahlan saat menjadi pembicara dalam agenda Deklarasi Koalisi Berkelanjutan dan Diskusi Dana Jurnalisme untuk Ekosistem Berkelanjutan di Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Salemba, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Namun, keberadaan jurnalis yang menjalankan fungsi mencari, memverifikasi, dan menyampaikan informasi kepada publik merupakan elemen yang tidak tergantikan dalam sistem demokrasi.
Atas dasar itu, CEO Tribun Network itu menilai dana jurnalisme semestinya diarahkan untuk mendukung aktivitas yang secara langsung meningkatkan kualitas kerja jurnalistik, seperti pelatihan, peningkatan kompetensi, serta pembiayaan liputan.
Dia mengingatkan, tekanan ekonomi yang kini dihadapi industri media berpotensi membuat perusahaan memangkas berbagai pos pengeluaran.
"Akibatnya tidak ada lagi pelatihan, tidak ada biaya liputan, dan seterusnya," katanya.
"Bagaimana mengisi kebutuhan pelatihan dan biaya liputan supaya jurnalisme tetap berkualitas? Nah, ini harus ada suntikan. Menurut saya, nyawa cadangan itu adalah dana jurnalisme," ujarnya.
Dahlan juga menyoroti perubahan lanskap industri media akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kualitas Jurnalisme
"Kita memperkirakan tekanan ini masih akan berlanjut. Karena itu, kita harus memastikan kualitas jurnalisme tetap bertahan meski industri sedang menghadapi tantangan ekonomi," katanya.
Dalam pandangannya, tujuan utama dana jurnalisme bukan sekadar menjaga keberlangsungan perusahaan media, melainkan memastikan wartawan tetap memiliki kemampuan, sumber daya, dan ruang untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
"Yang dipertaruhkan sesungguhnya adalah kualitas informasi yang diterima masyarakat," pungkasnya.
(Tribunkalteng.com)