POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur mengimbau para orang tua dan wali murid untuk mendukung penuh pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah yang akan bergulir mulai Agustus 2026 mendatang.
Program pemeriksaan kesehatan ini akan menyasar para pelajar di berbagai tingkatan sekolah yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kabupaten Belitung Timur.
Kepala Seksi Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur, Herlina menyampaikan bahwa jajaran petugas medis dari setiap Puskesmas akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan skrining kesehatan peserta didik.
"Insya Allah mulai Agustus ini kita mulai CKG untuk sasaran anak sekolah. Kami sangat berharap partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya para orang tua atau wali murid," ujar Herlina, Kamis (30/7/2026).
Herlina menegaskan, kesadaran dan pemahaman orang tua sangat penting agar pelaksanaan program pemeriksaan ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Ia berharap tidak ada orang tua yang menolak atau melarang anaknya untuk diuji kesehatannya oleh tim medis Puskesmas.
"Harapan kami dari Dinas Kesehatan agar orang tua proaktif mendaftarkan dan mengizinkan anaknya mengikuti cek kesehatan di sekolah. Jangan sampai ada penolakan dari orang tua," imbaunya.
Selanjutnya, Herlina juga meluruskan kekhawatiran yang kerap muncul di tengah masyarakat terkait hasil keluaran dari pemeriksaan CKG.
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem CKG, hasil indikator kesehatan masyarakat akan disajikan dalam bentuk kode warna atau rapor kesehatan.
Masalahnya, masyarakat kerap kali merasa cemas atau takut apabila hasil pemeriksaan medis menunjukkan warna merah pada rapor kesehatan mereka.
"Jangan takut kalau saat mendapatkan rapor dari hasil CKG itu ada indikator yang berwarna merah. Itu bukan berarti kita mengidap penyakit berbahaya atau sesuatu yang menakutkan," jelas Herlina.
Dari sinyal awal tersebut, warga maupun para pelajar akhirnya dapat segera melakukan langkah pencegahan, pengobatan ringan, atau perubahan pola hidup sebelum kondisi tubuh memburuk.
Dinkes Beltim juga mengingatkan masyarakat secara umum agar menghilangkan pola pikir kuno yang baru mendatangi fasilitas kesehatan saat tubuh sudah sakit parah.
Pemerintah daerah ingin membangun budaya preventif (pencegahan) demi mewujudkan generasi yang sehat dan produktif.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)