Motif Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol Dibunuh Masih Misteri, Polisi Dimina Tak Ceroboh
Dedy Qurniawan July 30, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM - Kasus penemuan jasad Sumarna (42), anggota satuan pengamanan Perum Jasa Tirta (PJT) II yang tewas di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendapat perhatian serius dari anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka.

Legislator tersebut mendesak aparat kepolisian untuk membongkar misteri kematian korban secara menyeluruh saat melawat ke rumah duka pada Kamis (30/7/2026).

Proses pembuktian hukum diharapkan mengedepankan asas profesionalitas serta ditopang alat bukti sah, sehingga tidak ada pihak yang dijadikan sasaran tuduhan secara sembarangan.

“Saya harap polisi tidak ceroboh dalam mengungkap tabir pelaku di balik kematian Sumarna, apalagi sampai ada yang dikambinghitamkan,” kata Rieke, Kamis (30/7/2026).

Walau begitu, Rieke memberikan apresiasi atas keseriusan jajaran Polres Purwakarta yang terus bergerak menyelidiki penyebab pasti tewasnya korban.

Langkah penegakan hukum perlu diberikan ruang gerak yang memadai agar berjalan transparan, objektif, serta menghadirkan keadilan sejati bagi keluarga almarhum.

Kedatangan Rieke di rumah duka juga bertujuan menyalurkan dukungan moril kepada istri serta kedua anak yang ditinggalkan korban.

Kehilangan sosok Sumarna terasa begitu berat bagi keluarga karena almarhum merupakan tulang punggung utama dalam menopang kehidupan mereka.

Dalam agenda kunjungan tersebut, Rieke hadir didampingi secara langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.

Rieke dan Bupati menyempatkan diri berbincang dengan istri korban, Siti Maryam, guna mendengarkan keluh kesah serta kondisi terkini keluarga pasca-insiden tragis tersebut.

Baca juga: Penyebab Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol Dipastikan Dibunuh, Ada Motif Uang Pengganti BPJS?

Di samping mendesak penuntasan kasus, Rieke menegaskan bahwa peristiwa penemuan jasad petugas pengamanan ini harus dijadikan momentum evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan di area objek vital nasional.

Pengelola kawasan Jatiluhur dinilai perlu segera melakukan pembenahan fasilitas serta mekanisme pengawasan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sejalan dengan hal itu, pihak Perum Jasa Tirta II telah menyatakan komitmennya untuk melakukan pembenahan total pada sistem pengamanan kawasan Waduk Jatiluhur, termasuk opsi penambahan kamera pengawas (CCTV) di area-area krusial.

Pihak manajemen PJT II menyebutkan bahwa saat ini telah terpasang 27 unit CCTV di titik-titik strategis area waduk.

Namun, titik ditemukannya jasad korban kebetulan berada di luar jangkauan pantauan kamera pengawas tersebut.

Sampai saat ini, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta masih berfokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, mendalami hasil autopsi medis, serta mengumpulkan berbagai alat bukti penting untuk menguraikan penyebab pasti kematian Sumarna yang ditemukan meninggal pada Jumat (24/7/2026) lalu. (Sumber : Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.