Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengubah staf kepelatihan ganda campuran dengan mengakhiri kerjasama dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky dan Asisten Pelatih Amon Sunaryo.

Sembari menunggu penunjukan kepala pelatih yang baru, PP PBSI memutuskan menjalankan program penggabungan latihan sektor utama dan pratama.

"Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan," kata Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian dalam keterangan resmi, Kamis.

"Kami juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, kami menilai perlu adanya penyegaran di jajaran kepelatihan agar sektor ganda campuran memperoleh perspektif baru, terus berkembang, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih optimal," imbuhnya.

Eng Hian mengapresiasi Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo atas dedikasi selama menjadi bagian dari tim Pelatnas PBSI.

"Kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet nasional. Kami mendoakan yang terbaik dan semoga sukses dalam perjalanan karier mereka selanjutnya," kata Eng Hian

PBSI masih melakukan proses seleksi kandidat pelatih kepala ganda campuran.

“Namun, proses penunjukannya masih berjalan dan harus melalui tahapan internal yang sedang kami selesaikan. Kami ingin memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi kepada publik," kata Eng Hian.

Eng Hian mengatakan pengumuman pelatih ganda campuran akan berlangsung Agustus mendatang.