Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran senilai Rp166 miliar dalam APBD 2027 untuk merevitalisasi venue olahraga sebagai bagian dari persiapan menjadi kota penyangga pelaksanaan pertandingan untuk 17 cabang olahraga dalam PON NTB/NTT 2028.
"Jakarta mempunyai sarana dan prasarana yang sangat memadai, tidak hanya berstandar nasional, tetapi juga internasional, jadi tentu menjadi kebanggaan bagi atlet yang bertanding karena venue-nya juga pernah digunakan pada ajang internasional, sehingga kami akan terus berbenah," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andri Yansyah setelah Diskusi SIWO PWI Jaya bertema "Optimalisasi Jakarta sebagai Kota Penyangga PON XXII NTB/NTT 2028" di Kantor KONI DKI Jakarta, Kamis.
Menurut Andri, anggaran pada APBD 2028 selanjutnya akan difokuskan untuk mendukung kebutuhan operasional penyelenggaraan, seperti pembayaran honor wasit, perangkat pertandingan, dan berbagai kebutuhan teknis lain.
Andri menyatakan, berdasarkan keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga, DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai salah satu daerah penyangga PON 2028. Menurut dia, status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan seluruh aspek penyelenggaraan sejak tahun depan.
"Karena arahan Presiden Prabowo sudah jelas bahwa tidak ada pembangunan venue baru, sehingga daerah penyelenggara hanya akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada," ujar dia.
Pemprov DKI Jakarta juga akan mengoptimalkan dukungan transportasi umum yang telah terhubung dengan banyak venue pertandingan dan penginapan atlet serta ofisial. Ketersediaan relawan juga dipersiapkan untuk membantu atlet, ofisial, dan penonton selama PON.
Dua menambahkan, pemda juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk UMKM binaan pemprov, guna memeriahkan kegiatan agar multi-event olahraga nasional itu turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai kota penyangga, Jakarta akan menjadi lokasi pertandingan untuk 17 cabang olahraga, yakni akuatik (loncat indah, renang, renang artistik, renang perairan terbuka, dan polo air), anggar, senam (artistik, ritmik, dan aerobik), menembak, balap sepeda (road race dan track), berkuda (equestrian), baseball dan softball. Kemudian tenis lapangan, gulat, ice skating, skateboard dan sepatu roda, boling, dayung (kano, rowing, dan TBR), korfball, teqball, squash, serta drum band.





