Jakarta (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta memaparkan empat langkah sederhana bagi para konten kreator agar menghasilkan konten yang berkualitas.
"Jika ingin konten kreator bisa memegang kebiasaan sederhana, maka ada empat langkah yang dilakukan," kata Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta Syali Gestanon saat acara pembukaan Bootcamp Content Creator di Kantor Perum LKBN ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis.
Pertama, menentukan tujuan pembuatan konten sekaligus mengenali target audiens yang ingin dijangkau. Kedua, memeriksa fakta dan sumber informasi secara menyeluruh, sehingga tidak menyebarkan informasi yang keliru.
Ketiga, mengemas pesan secara menarik, kreatif, dan etis tanpa mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) maupun bahasa yang dapat mempermalukan pihak lain.
Keempat, mempertimbangkan secara matang sebelum membagikan konten kepada publik agar dampaknya benar-benar positif.
"Jangan hanya berpikir bagaimana konten menjadi viral, tetapi pastikan informasi yang disampaikan benar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Syali.
Selain itu, pentingnya menjaga etika digital. Kreator harus menghormati privasi narasumber dan memperoleh persetujuan apabila menampilkan seseorang dalam kontennya.
Lalu, kreator juga harus bisa membedakan antara fakta dan opini, memeriksa tanggal informasi, dan memastikan sumber data berasal dari pihak yang kredibel.
"Kami mendorong konten yang inklusif. Peserta harus terus belajar, mencoba, berkolaborasi, membangun portofolio yang baik, dan memastikan memiliki identitas digital yang positif," ucap Syali.
Besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia membuka peluang besar bagi para kreator. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 235,2 juta orang atau sekitar 81,72 persen dari total penduduk.
Sementara pengguna media sosial aktif mencapai 180 juta orang. Dengan jumlah tersebut, kata Syali, satu unggahan memiliki potensi menjangkau jutaan orang dalam waktu singkat.





