TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kekeringan akibat musim kemarau mulai dirasakan warga di Kulon Progo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun mulai menyalurkan banyak tangki air bersih berdasarkan permintaan warga.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 21 tangki air bersih.
"Namun 21 tangki air bersih ini berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo," kata Budi dihubungi pada Kamis (30/07/2026).
21 tangkir air bersih tersebut disalurkan ke warga di 5 kalurahan yang telah mengajukan permintaan. Kalurahannya adalah Sidoharjo, Jatimulyo, Hargowilis, Hargotirto, dan Pendoworejo.
Budi mengatakan permintaan paling banyak datang dari Padukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap. Wilayah ini kerap mengalami kekeringan karena masih bergantung pada air sumur yang mengering akibat musim kemarau.
"Penyaluran air bersih ke Clapar sudah dilakukan sebanyak 4 kali sejauh ini," ungkapnya.
Lantaran masih mengandalkan kerja sama dengan Baznas Kulon Progo, alokasi tangki air bersih yang disiapkan BPBD Kulon Progo hingga kini belum terpakai. Tahun ini, ada sebanyak 7 tangki air bersih yang disiapkan oleh BPBD Kulon Progo senilai Rp 7 juta bersumber dari APBD Kulon Progo.
BPBD Kulon Progo pun telah menyiapkan skema lain sebagai antisipasi jika permintaan semakin banyak. Salah satunya menggunakan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) di APBD Kulon Progo.
"Saat ini kami lihat dulu situasinya seperti apa, tapi kami siapkan skema dan strategi untuk mengatasi kekeringan lewat BTT," jelas Budi.
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono menyatakan akan menambah alokasi BTT dari sekitar Rp 3 miliar menjadi Rp 4 miliar. Tambahan itu akan diajukan dalam APBD Perubahan 2026.
Menurutnya, tambahan alokasi guna mengantisipasi dampak kekeringan lewat program penyaluran air bersih. Apalagi musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang.
"Saya minta seluruh lurah dan panewu agar betul-betul cek kalau ada warga yang kesulitan air bersih dan segera disampaikan ke BPBD Kulon Progo," kata Triyono beberapa waktu lalu. (alx)