Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone Besar-besaran ke Ukraina, Sistem Patriot AS Tak Ampuh
Hasiolan Eko P Gultom July 30, 2026 09:38 PM

Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone Besar-besaran ke Ukraina, Sistem Patriot AS Tak Ampuh

 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar ke Ukraina dalam beberapa waktu terakhir dengan menembakkan puluhan rudal dan ratusan drone pada Kamis (30/7/2026). 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sedikitnya delapan orang tewas, termasuk anak-anak, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dalam pernyataan melalui Telegram, Zelenskyy menyebut Rusia meluncurkan lebih dari 70 rudal dan sekitar 280 drone semalam.

Baca juga: Rusia Genjot Produksi Rudal, Zelensky Akui Ukraina Belum Cukup Kuat Hentikan Putin

Menurut Angkatan Udara Ukraina, ibu kota Kyiv dan wilayah Lviv di dekat perbatasan Polandia menjadi sasaran utama serangan.

Polandia, yang merupakan anggota NATO dan Uni Eropa, mengerahkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah udaranya selama serangan berlangsung. Menteri Luar Negeri Ukraina juga menyatakan sebuah rudal jelajah Rusia sempat melintasi wilayah Polandia.

Otoritas Polandia kemudian menemukan kawah dan puing-puing di sebuah lahan setelah adanya laporan ledakan.

"Sejauh ini delapan orang dilaporkan tewas di seluruh negeri," kata Zelenskyy seraya mengunggah foto-foto kerusakan bangunan, kebakaran, dan proses evakuasi korban.

Ia juga menyoroti terbatasnya pasokan sistem pertahanan udara dari negara-negara sekutu. Menurutnya, kemampuan pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menyelamatkan banyak nyawa meski pengiriman rudal pertahanan berlangsung lambat.

Patriot Masih Menjadi Kendala

Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh 55 rudal dan 265 drone Rusia.

Namun, dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan, hanya satu yang berhasil dicegat.

Militer Ukraina juga menyebut 11 rudal dan 17 drone berhasil mencapai sasaran di sedikitnya 20 lokasi.

Sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat hingga kini menjadi satu-satunya sistem yang dimiliki Ukraina untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Namun, jumlahnya masih sangat terbatas karena tingginya permintaan global.

Pemerintah daerah Dnipropetrovsk menetapkan hari berkabung pada Jumat (31/7/2026) setelah enam orang, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam serangan di salah satu desa di wilayah tersebut.

Selain itu, satu orang dilaporkan tewas di Kyiv dan satu lainnya di Poltava, Ukraina tengah.

Di Kyiv, sirene serangan udara berbunyi selama lebih dari lima jam sehingga ribuan warga berlindung di stasiun metro bawah tanah.

Lviv Ikut Diserang

Di Kota Lviv, sebuah rudal Rusia menghantam gedung apartemen, namun dilaporkan tidak meledak.

Tim penyelamat mengevakuasi warga dari bangunan yang mengalami kerusakan pada bagian atap dan lantai atas.

"Saya ketakutan melihat para penyelamat masuk ke bawah lempengan beton itu," kata seorang warga bernama Marko kepada Reuters.

Sekitar 30 orang, termasuk tiga anak-anak, mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

Selain bangunan apartemen, dua sekolah dan dua taman kanak-kanak juga mengalami kerusakan, menurut pejabat setempat.

Rusia Sebut Sasar Fasilitas Militer

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan itu ditujukan ke fasilitas militer Ukraina di Kyiv, Lviv, Dnipropetrovsk, serta tiga kapal kargo.

Perang yang telah memasuki tahun kelima ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan serangan jarak jauh oleh kedua pihak.

Di sisi lain, pergerakan di garis depan sepanjang sekitar 1.200 kilometer relatif melambat karena dominasi penggunaan drone dalam pertempuran.

Drone Ukraina Serang Rusia

Sementara itu, pejabat Rusia melaporkan serangan drone Ukraina memicu kebakaran di gudang milik perusahaan perdagangan daring Wildberries di Kota Penza.

Gubernur Penza Oleg Melnichenko mengatakan satu orang terluka dan sekitar 200 orang dievakuasi dari lokasi.

Sehari sebelumnya, perusahaan yang sama juga mengevakuasi fasilitas lain di Rusia tengah setelah menjadi sasaran serangan.

Wildberries juga melaporkan fasilitasnya di Sarapul, wilayah Udmurtia, mengalami kebakaran akibat serangan drone.

Pejabat Ukraina sebelumnya menyatakan serangan terhadap fasilitas logistik, energi, dan kilang minyak di Rusia bertujuan mengurangi kemampuan ekonomi Moskow untuk mendanai operasi militernya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 258 drone Ukraina dalam semalam, termasuk di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.

 

(oln/reuters/*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.