Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dan memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia.
"Selain memperkuat kerja sama pembangunan dalam berbagai hal, juga bisa untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang sifatnya saling menguntungkan dengan berbagai pihak," kata Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) Kemlu Daniel Tumpal Simanjuntak di Jakarta pada Kamis.
Daniel menyatakan bahwa Direktorat Jenderal HEKSP Kemlu dibentuk dengan tujuan memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dan mewujudkan tujuan serta prioritas nasional melalui pelaksanaan diplomasi ekonomi dan kerja sama pembangunan yang berdampak luas.
Menurut dia, Ditjen HEKSP Kemlu RI menjalankan diplomasi ekonomi dan kerja sama pembangunan melalui kolaborasi, sinergi, serta saling melengkapi dengan berbagai pihak guna memperkuat kepentingan nasional dan meningkatkan posisi Indonesia sebagai mitra strategis terpercaya di tingkat global.
“Apalagi, di era sekarang, semua pihak mengetahui bahwa diplomasi itu adalah satu kesatuan… sehingga diplomasi ekonomi juga bertujuan untuk memperkuat berbagai kepentingan nasional dan prioritas pemerintah,” kata Daniel.
Ditjen Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) merupakan unit eselon 1 Kemlu RI yang dibentuk melalui Permenlu No. 4/2025 dan secara resmi beroperasi pada September 2025.
Ditjen HEKSP memiliki mandat merumuskan, melaksanakan, mengoordinasikan, menyinkronkan, dan mengendalikan kebijakan di bidang hubungan ekonomi luar negeri dan kerja sama pembangunan internasional.
Dengan pembentukan Ditjen HEKSP dinilai bahwa diplomasi ekonomi semakin penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat daya saing Indonesia, serta memperluas manfaat kerja sama internasional bagi pembangunan.





