Kisah Terakhir Lansia Sragen Sebelum Ditemukan Tewas di Irigasi, Sempat Menginap di Area Sawah
Putradi Pamungkas July 30, 2026 10:29 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Kisah terakhir Partorejo Pomo (76), lansia asal Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sebelum ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi mulai terungkap.

Sehari sebelum jasadnya ditemukan, korban masih menjalankan tugas sebagai sobak atau petugas pembagi air irigasi hingga memutuskan menginap di area persawahan karena pekerjaannya belum selesai.

Korban diketahui ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi sekitar pukul 12.45 WIB, Kamis (30/7/2026).

"Karena pembagian air irigasi belum selesai saksi dan korban menginap di rumah warung persawahan tersebut, kemudian mulai Kamis pagi setelah sholat Subuh, kembali beraktifitas berkeliling melakukan pengecekan pembagian air," kata Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Kamis (30/7/2026).

EVAKUASI - Proses evakuasi Partorejo Pomo (76), warga Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen yang ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi di Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026). Saat ditemukan, korban mengalami luka lecet di bagian pelipis kepala sebelah kanan.
EVAKUASI - Proses evakuasi Partorejo Pomo (76), warga Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen yang ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi di Dukuh Jatisumo, Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026). Saat ditemukan, korban mengalami luka lecet di bagian pelipis kepala sebelah kanan. (TribunSolo.com/Istimewa)

Tetap Bertugas Meski Harus Bermalam di Sawah

Kapolres Sragen menjelaskan, Partorejo Pomo menjalankan tugas membagi air irigasi bersama dua rekannya, yakni Suharyono dan Kemo Kromo Sumarto.

Mereka mulai bekerja sejak Rabu (29/7/2026) pukul 07.00 WIB. Namun hingga malam hari, pembagian air ke area persawahan belum rampung.

Karena itu, ketiganya memutuskan bermalam di sebuah warung yang berada di kawasan sawah agar dapat melanjutkan pekerjaan keesokan harinya.

Setelah menunaikan salat Subuh pada Kamis pagi, mereka kembali berkeliling memeriksa aliran air irigasi di sejumlah titik persawahan.

Ditemukan Rekannya di Saluran Irigasi

Menjelang siang, sekitar pukul 12.30 WIB, Suharyono melakukan pengecekan dari blok barat menuju timur.

Saat berada di dekat saluran air, ia mendengar suara gemericik yang tidak biasa.

Awalnya, ia mengira aliran air tersumbat batang pohon pisang.

Suharyono kemudian turun ke selokan untuk memeriksa kondisi tersebut.

Namun setelah benda yang dikiranya batang pisang diangkat, ia justru melihat kaki manusia.

Tarno kemudian menghubungi Oktavian Sandy Permana.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sambungmacan.

Baca juga: Dikira Batang Pisang, Petugas Irigasi Sragen Syok Temukan Jasad Rekannya di Selokan

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Petugas dari Polsek Sambungmacan, Tim Inafis Polres Sragen, dan tenaga medis dari Puskesmas Sambungmacan 1 langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat luka lecet pada pelipis kepala sebelah kanan korban.

Meski demikian, tim medis memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Korban ditemukan oleh saksi bernama Suharyono dengan kondisi berada di meninggal di selokan air," kata Dewiana.

Kapolres juga menegaskan keluarga korban menerima peristiwa tersebut dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Terdapat luka lecet, namun itu bukan luka yang ditimbulkan dari tanda kekerasan, dan pihak korban menerima atas kejadian tersebut dan tidak menghendaki atau menolak dilakukan otopsi terhadap korban dilanjut membuat surat pernyataan, dan jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk proses pemakaman," pungkas dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.