Serangan Rusia ke Kyiv Tewaskan Warga, Polandia Kerahkan Jet Tempur
Tribunnews July 30, 2026 10:35 PM

Sedikitnya satu orang tewas dalam serangan udara Rusia ke Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Kamis (30/07) dini hari. Informasi itu disampaikan Administrasi Militer Kota Kyiv setelah rentetan ledakan mengguncang ibu kota beberapa jam seusai Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan kemungkinan terjadinya "serangan besar-besaran" dari Rusia.

"Dengan sedih kami mengonfirmasi satu korban jiwa," tulis Administrasi Militer Kota Kyiv melalui Telegram.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan Rusia menyerang kota itu menggunakan rudal balistik. Ia mendesak warga segera mencari perlindungan karena ancaman serangan lanjutan masih berlangsung.

"Musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik. Ancaman serangan berikutnya masih ada. Tetaplah berada di tempat perlindungan," kata Klitschko.

Dia menambahkan, beberapa lokasi nonpermukiman di Kyiv terbakar akibat serangan tersebut.

Korban berjatuhan di Kryvyi Rih dan Lviv

Selain Kyiv, Rusia juga melancarkan serangan ke sejumlah kota lain di Ukraina pada malam yang sama.

Di Kryvyi Rih, Ukraina tengah, sedikitnya enam orang tewas akibat hantaman rudal Rusia. Korban termasuk dua anak perempuan berusia lima dan 12 tahun.

Kepala Administrasi Militer Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, mengatakan rudal balistik Iskander-M yang diluncurkan dari wilayah Voronezh, Rusia, menghantam langsung sebuah rumah yang dihuni keluarga besar.

"Serangan langsung rudal balistik Iskander-M menghantam rumah pribadi tempat sebuah keluarga besar tinggal, menewaskan dua anak perempuan berusia lima dan 12 tahun serta empat orang dewasa," ujar Vilkul.

Ia menambahkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka dan jumlah korban tewas masih mungkin bertambah.

Di Lviv, kota di Ukraina barat yang berdekatan dengan perbatasan Polandia, rudal Rusia merusak dua gedung apartemen dan melukai sedikitnya enam orang, menurut pejabat setempat.

Polandia siagakan jet tempur

Merespons serangan Rusia tersebut, Angkatan Bersenjata Polandia mengumumkan pengerahan pesawat tempur untuk menjaga wilayah udaranya.

Melalui akun resmi di platform X, militer Polandia menyatakan pesawat tempur dan pesawat peringatan dini telah mulai beroperasi. Sistem pertahanan udara berbasis darat serta jaringan radar juga ditempatkan dalam kondisi siaga penuh.

Menurut militer Polandia, langkah tersebut bersifat preventif untuk mengantisipasi kemungkinan dampak serangan Rusia di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina.

Zelenskyy peringatkan ancaman serangan

Beberapa jam sebelum ledakan mengguncang Kyiv, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan adanya kemungkinan tinggi Rusia melancarkan serangan besar pada malam hari.

"Saya menerima laporan dari Komandan Angkatan Udara Anatolii Kryvonozhko. Rusia telah mempersiapkan serangan besar selama beberapa hari terakhir," tulis Zelenskyy melalui platform X.

Ia menegaskan keselamatan warga Ukraina sangat bergantung pada kesiapan negara-negara sekutu menyediakan sistem pertahanan rudal tambahan.

Pernyataan tersebut disampaikan sepulangnya dari kunjungan ke Amerika Serikat. Menurut Zelenskyy, Presiden Donald Trump telah menyetujui pemberian lisensi bagi Ukraina untuk memperoleh rudal pertahanan udara Patriot, yang selama ini menjadi salah satu sistem utama dalam menghadapi serangan rudal Rusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.