Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Politeknik STIA LAN Bandung menjalin kolaborasi dengan Kecamatan Lembang untuk memetakan masalah tata kelola pemerintahan desa. Kolaborasi ini dilakukan dengan menerjunkan 90 mahasiswa Program Studi Administrasi Pembangunan Negara dalam balutan program magang Politeknik STIA LAN Bandung.
"Mahasiswa ini akan didampingi dosen, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mencari solusi, menyelesaikan permasalahan yang mereka temukan secara bersama-sama," kata Direktur Politeknik STIA LAN Bandung Muhamad Nur Afandi, di Kantor Desa Lembang, Kamis (30/7/2026).
Nur Afandi mengungkapkan, program magang yang digelar merupakan langkah strategis dari Politeknik STIA LAN Bandung untuk memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa.
Mereka didorong untuk mengaplikasikan teori sekaligus meramu solusi atas permasalahan yang mereka temukan di lapangan.
"Kita ingin mereka memiliki pengalaman langsung di masyarakat, dan program magang di desa ini menjadi sebuah living laboratory, lalu bersama-sama menyodorkan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang mereka temukan,”ungkapnya.
Nur Afandi menegaskan, program magang bukan sekadar bagian dari rangkaian perkuliahan. Selain ruang untuk meningkatkan kompetensi, pengalaman magang juga menjadi hal berharga saat mereka akan masuk ke dunia kerja.
"Output yang diharapkan tentu adalah para mahasiswa ini mampu untuk meningkatkan profil lulusan. Ketika mereka nanti lulus, mereka akan memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja," tegasnya.
Nur Afandi menambahkan, program magang Prodi Sarjana Terapan Administrasi Pembangunan Negara (APN) Politeknik STIA LAN Bandung di Lembang akan berlangsung sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026.
Pihaknya optimis kehadiran mahasiswa Politeknik STIA LAN Bandung tidak hanya berdampak positif secara internal, namun dapat berkontribusi positif terhadap tata kelola di pemerintahan desa di wilayah Lembang.
Menurutnya, ada tiga poin penting yang ditekankan kepada mahasiswa dalam magang, mulai dari belajar, berkarya, dan berdampak.
"Tentu kolaborasi ini dua arah, secara internal kami menjadikan magang ini untuk mahasiswa belajar, berkarya, dan berdampak. Berdampak itu tentu memberikan manfaat positif dengan inovasi dan karya dimanapun mereka berada, termasuk di Lembang ini," tandasnya.
Di lokasi yang sama, Camat Lembang, Bambang Eko Setyowahjudi menyambut baik program magang dari Politeknik STIA LAN Bandung. Menurutnya, Lembang tengah gencar melakukan pembangunan serta peningkatan mutu pelayanan khususnya di tingkat desa.
Dia optimis, kehadiran mahasiswa dengan label agen perubahan di Lembang dapat berdampak pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
"Mahasiswa ini kan anak muda ya, agent of change, masih semangat, ini kolaborasi yang baik. Betul, kami mengharapkan dampak, impact, pengaruh, yang positif, tidak hanya untuk mahasiswa tapi ada perubahan yang baik pula di wilayah kami, di Lembang ini," kata Bambang.
Sementara itu, Kades Cikole, Tajudin mengatakan, Pemdes Cikole saat ini tengah membutuhkan inovasi dalam sistem administrasi.
"Kita berharap, ini tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban (kuliah), kita berharap dengan kolaborasi ini ada inovasi yang bisa membantu kami juga, ini nyambung dengan kami yang ada program pembangunan administrasi," kata Tajudin.
Kehadiran mahasiswa magang Politeknik STIA LAN Bandung ini juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola administrasi organisasi atau lembaga yang di tingkat desa.
"Kita kolaborasi nanti, banyak sebenarnya, bukannya hanya pemerintahan, nanti ada BKP ada LPD dan di kami organisasi dan lembaga yang pengelolaan administrasinya masih lemah, mudah-mudahan ini bisa kita manfaatkan, kita menyambut baik sekali," tandasnya.