Pemkot Semarang Sebut Penanganan Kematian Anggun Harimau Benggala Putih Semarang Zoo Sesuai Prosedur
raka f pujangga July 30, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut penanganan kematian harimau benggala putih bernama "Anggun" koleksi Semarang Zoo telah dilaksanakan sesuai prosedur melalui koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah.

Pemkot mengklaim, sejak peristiwa tersebut diketahui, manajemen Semarang Zoo bersama pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah sebagai otoritas yang berwenang dalam pengawasan satwa dilindungi.

Hal itu dengan melakukan pemeriksaan terhadap satwa, mengidentifikasi penyebab kematian, serta menyelesaikan tahapan administrasi dan penanganan sesuai ketentuan konservasi.

Baca juga: Kematian Harimau Putih Semarang Zoo Diselidiki, Isu Anestesi dan Transaksi Antar Zoo Disorot

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto mengatakan, Pemkot Semarang menghormati seluruh proses yang dilakukan BKSDA Jawa Tengah dan menyebut tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Sejak awal kejadian, Pemerintah Kota Semarang bersama manajemen Semarang Zoo langsung berkoordinasi dengan BKSDA Jawa Tengah. Pemeriksaan medis, identifikasi penyebab kematian, hingga penyelesaian administrasi telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, seluruh proses penanganan telah berjalan sebagaimana ketentuan yang mengatur pengelolaan satwa dilindungi," ujar Handi.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan tim BKSDA Jawa Tengah bersama dokter hewan menjadi acuan resmi dalam penanganan peristiwa tersebut.

Pemerintah Kota Semarang, kata dia, menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan tata kelola dan kesejahteraan satwa di Semarang Zoo.

"Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan satwa, mulai dari pemantauan kesehatan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga aspek animal welfare. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan Semarang Zoo dikelola sesuai standar yang ditetapkan dan terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan," katanya. 

Sementara itu, terkait kematian Harimau Benggala tersebut, Kepala Balai KSDA Jawa Tengah, Dyah Sulistyari mengatakan pihaknya telah menugaskan tim untuk melakukan klarifikasi kepada pengelola Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo) sekaligus melakukan pengecekan dan pemeriksaan kondisi satwa di lembaga konservasi tersebut.

Dalam keterangannya dijelaskan, Harimau Benggala betina bernama "Anggun" merupakan koleksi Taman Satwa Semarang yang telah dihibahkan kepada Rahmat Zoo and Park (R Zoo), Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berdasarkan perjanjian kerja sama antara kedua lembaga.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Taman Satwa Semarang menghibahkan sepasang Harimau Benggala, yakni "Anggun" dan harimau jantan bernama "Ganza".

BKSDA Jateng menjelaskan, kedua satwa diberangkatkan dari Taman Satwa Semarang pada 17 Maret 2026 dengan pendampingan dokter hewan dan keeper satwa serta dilengkapi dokumen pengangkutan SATS-DN.

Keduanya tiba di R Zoo pada 21 Maret 2026. Namun, dalam perkembangannya, kondisi Anggun terus menurun hingga akhirnya mati pada 27 Maret 2026.

Dalam penjelasan resminya, BKSDA Jawa Tengah menyebut sebelum proses pemindahan dilakukan, seluruh persyaratan administrasi maupun aspek teknis telah dipenuhi.

"Perlu kami sampaikan bahwa sebelum satwa harimau benggala Semarang Zoo dikirim ke R Zoo, selain kelengkapan berkas administrasi pengangkutan satwa yang dipenuhi olh Semarang Zoo, juga telah dilakukan pemeriksaan kondisi kandang angkut satwa dan kondisi kesehatannya oleh tim dokter hewan Semarang Zoo dan keeper R Zoo didampingi Tim Balai KSDA Jawa Tengah.

Baca juga: Anggun Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Wali Kota: Kami Akan Selidiki

Dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa kandang angkut dalam kondisi layak serta satwa harimau benggala dalam kondisi sehat berdasarkan Surat Keterangan Sehat satwa nomor: 6-20.5.01/PT.TSS/IIl/2026 yang diterbitkan oleh dokter hewan Taman Satwa Semarang," terangnya.

BKSDA Jawa Tengah menyatakan peristiwa tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan satwa, terutama dalam pelaksanaan translokasi satwa liar.

"Kejadian kematian satwa harimau benggala tersebut menjadi pembelajaran untuk semua pihak agar lebih cermat dan ditingkatkan lagi penanganan satwa khususnya saat dilakukan translokasi mulai dari persiapan pemindahan, pemantauan selama perjalanan sampai dengan satwa tiba di lokasi tujuan," imbuhnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.