Istana Tak Ambil Pusing dengan Hasil Survei SMRC Soal Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot
Adi Suhendi July 31, 2026 03:21 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sejak awal  pemerintah tidak bekerja untuk mengejar angka survei.

Hal itu disampaikan Prasetyo, merespon hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengenai tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto yang turun menyentuh angka 51,1 persen.

“Ya pertama, sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan bukan dalam rangka mencari survei gitu ya,” kata  Prasetyo dalam perjalanan kereta dari Batang menuju Jakarta, Kamis, (30/7/2026).

Orientasi kerja pemerintah kata Prasetyo adalah dampak dan kebermanfaatan untuk masyarakat.

Pemerintah terus berupaya agar program yang sekarang sedang dikerjakan oleh pemerintah dapat bermanfaat secara maksimal.

Baca juga: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Merosot di Survei SMRC, Dasco: Kami Kaji dan Pelajari 

“Dan kita meyakini bahwa apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga kami meyakini karena itu memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Pemerintah kata Prasetyo sama sekali tidak pernah menjadikan survei sebagai target yang harus dikejar.

Pemerintah hanya fokus menjalankan program yang telah dirancang dan dituliskan dalam janji kampanye.

“Sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar. Jadi begitu,” ujarnya.

Baca juga: Riset Princeton-SMRC: Puasa Medsos Bareng Keluarga Bikin Mental Jauh Lebih Sehat

Terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan temuan hasil survei SMRC akan menjadi bahan kajian di internal partai maupun koalisi.

"Tentunya kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Selain menjadi bahan kajian, hasil survei SMRC itu akan dikomparasikan dengan data atau temuan yang dimiliki pemerintah secara internal.

Menurut Dasco, hasil survei tersebut merupakan masukan yang baik agar pemerintah bisa mengambil langkah penyeimbang ke depannya.

"Tentunya hasil survei itu berupa masukan-masukan yang nantinya akan kami komparasikan. Kami berharap pihak pemerintah mengimbangi apabila memang hasil kajiannya menunjukkan ada beberapa hal yang terjadi pada saat ini," ujarnya.

Hasil Survei SMRC

Tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto kini menyentuh angka 51,1 persen.

Persentasenya menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.

Pada November 2025 tercatat angka kepuasan publik terhadap Prabowo menyentuh angka 81,2 persen.

Survei terbaru tersebut memunculkan wacana Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet.

Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026 bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden".

Survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Adapun populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random. Survei dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan tatap muka.

Adapun margin of error survei ini sebesar +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2 kali margin of error (7,4 persen).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.