Perbandingan PAD Manado vs Palembang: Dua Daerah Toleransi di Indonesia
Yandi Triansyah July 31, 2026 03:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kota Manado dan Kota Palembang dikenal luas sebagai dua ikon kota besar di Indonesia yang memegang teguh nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Keduanya mampu menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman budaya, etnis, dan kepercayaan warga masyarakatnya.

Secara potensi ekonomi, Manado yang berdiri sebagai kota terbesar kedua di Sulawesi tersohor lewat keindahan wisata bawah laut, keanekaragaman kuliner, serta kekuatan di sektor pariwisata, perikanan, dan perdagangan.

Sementara itu, Palembang berdiri kokoh sebagai pusat jalur logistik dan pergerakan perdagangan serta industri pengolahan utama di Sumatera Selatan.

Lantas, bagaimana jika pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedua kota yang menjunjung tinggi semangat toleransi ini disandingkan?

Dikutip dari data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu per 29 Juli 2026, berikut potret perbandingan PAD serta realisasi kas daerah Manado dan Palembang di pertengahan tahun ini.

Manado: Wisata dan Jasa yang Melaju Cepat

Di tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota Manado menetapkan target PAD sebesar Rp561,80 miliar.

Hingga per 29 Juli 2026, realisasi penerimaan kas daerah Manado telah menembus Rp315,66 miliar atau telah mencapai 56,18?ri target tahunan.

Pajak daerah yang didorong oleh sektor akomodasi, restoran, dan hiburan pariwisata—menjadi penyokong terbesar dari struktur penerimaan Manado.

Rincian Realisasi PAD Manado:

Pajak Daerah: Rp275,14 miliar

Lain-Lain PAD yang Sah: Rp23,81 miliar

Retribusi Daerah: Rp11,26 miliar

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp5,44 miliar

Palembang: Skala Industri Bersektor Jumbo

Berada di pusat jalur komoditas perkebunan dan energi, Palembang bermain dalam skala anggaran yang jauh lebih masif.

Tahun ini, Kota Palembang membidik target PAD fantastis mencapai Rp2,30 triliun.

Hingga per 29 Juli 2026, kas daerah Palembang telah terisi sebesar Rp906,20 miliar, yang berarti merealisasikan sekitar 39,40?ri target yang ditetapkan.

Struktur penerimaan Palembang sangat didominasi oleh perolehan pajak daerah yang menyumbang hampir 87?ri total PAD yang terkumpul saat ini.

Rincian Realisasi PAD Palembang:

Pajak Daerah: Rp792,13 miliar

Retribusi Daerah: Rp83,13 miliar

Lain-Lain PAD yang Sah: Rp16,27 miliar

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp14,70 miliar

Jika diukur dari kacamata nominal, Palembang memimpin jauh dengan total realisasi mencapai Rp906,20 miliar hampir tiga kali lipat dari total pendapatan Manado.

Hal ini sejalan dengan skala metropolitan dan basis industri pengolahan Palembang yang luas.

Namun, dari sisi laju penyerapan target di pertengahan tahun 2026, Manado tampil sangat progresif. Manado telah melampaui separuh dari target tahunannya (56,18 % ), sementara Palembang baru menyentuh 39,40 % .

Geliat pariwisata yang pulih cepat di Manado terbukti ampuh mendorong pundi-pundi daerah melaju pesat, sementara Palembang terus berpacu memaksimalkan potensi pajak dan retribusi daerah di sisa paruh kedua tahun ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.