SRIPOKU.COM,PALEMBANG — Kota Kendari, daerah yang terletak di sekitar Teluk Kendari, tersohor sebagai pusat perdagangan, pendidikan, hingga makanan khas yang lezat.
Kota ini berfungsi ganda sebagai gerbang logistik dan pusat pertumbuhan di wilayah timur Indonesia.
Potensi utamanya menancap kuat di sektor perikanan laut, perdagangan, dan jasa bahkan mampu menghasilkan puluhan ribu ton ikan per tahun.
Sementara itu, Palembang datang dengan otot ekonomi dari industri pengolahan hasil perkebunan seperti karet, kelapa sawit, hingga kopi.
Kota Bumi Sriwijaya ini berdiri kokoh sebagai pusat jalur logistik dan pergerakan perdagangan utama di Sumatera Selatan.
Lantas, bagaimana jadinya jika pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedua kota strategis ini disandingkan?
Dikutip dari data DJPK Kemenkeu per 29 Juli 2026, berikut potret perbandingan PAD serta realisasi kas daerah Kendari dan Palembang di pertengahan tahun ini.
Di tahun anggaran 2026, Pemerintah Kota Kendari menargetkan PAD sebesar Rp507,99 miliar.
Hingga 29 Juli 2026, realisasi penerimaan daerah tercatat telah mencapai Rp232,12 miliar atau berada di kisaran 45,69?ri target tahunan.
Pajak daerah menjadi penopang utama finansial Kendari, disusul oleh pos Lain-Lain PAD yang Sah yang memberikan suntikan lumayan besar.
Rincian Realisasi PAD Kendari:
Pajak Daerah: Rp149,41 miliar
Lain-Lain PAD yang Sah: Rp60,29 miliar
Retribusi Daerah: Rp11,54 miliar
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp10,89 miliar
Berada di pusat jalur komoditas perkebunan, Palembang bermain dalam skala anggaran yang jauh lebih besar.
Tahun ini, Kota Palembang membidik target PAD fantastis mencapai Rp2,3 triliun.
Hingga per 29 Juli 2026, kas daerah Palembang telah terisi Rp906,20 miliar, yang berarti baru merealisasikan sekitar 39,40?ri target yang ditetapkan.
Struktur penerimaan Palembang sangat didominasi oleh perolehan pajak daerah yang menyumbang hampir 87?ri total PAD yang terkumpul saat ini.
Rincian Realisasi PAD Palembang:
Pajak Daerah: Rp792,13 miliar
Retribusi Daerah: Rp83,13 miliar
Lain-Lain PAD yang Sah: Rp16,27 miliar
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp14,70 miliar
Jika diukur dari kacamata nominal, Palembang unggul jauh. Angka Rp906,20 miliar yang dikantongi Palembang hampir empat kali lipat dari total pendapatan Kendari.
Hal ini wajar mengingat perbedaan skala ekonomi, kepadatan penduduk, serta basis industri pengolahan perkebunan di Sumatera Selatan yang masif.
Namun, jika melihat laju percepatan pemenuhan target tahunan di pertengahan tahun 2026, Kendari berada di posisi yang sedikit lebih progresif.
Dengan capaian 45,69 % , Kendari selangkah lebih mendekati separuh target tahunannya dibandingkan Palembang yang baru menyentuh 39,40 % .
Memasuki paruh kedua tahun 2026, tantangan bagi kedua pemerintah kota ini adalah memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk menggenjot pos-pos potensi daerah demi menutupi sisa target PAD masing-masing.