Lima SPPG di Bangka Belitung Masih Disuspend
Fitriadi July 31, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetap berjalan di tengah evaluasi yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga kini, lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menjalani penghentian operasional sementara karena belum memenuhi standar sarana dan prasarana yang ditetapkan BGN.

Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Regional Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini, mengatakan penghentian operasional tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan, bukan penutupan permanen. 
Dapur yang telah memenuhi seluruh persyaratan akan kembali diizinkan beroperasi.

Baca juga: Heboh Unggahan Jual Dapur SPPG Pangkalbalam 1 di Facebook

"Ada beberapa SPPG yang sempat dihentikan sementara. Setelah menyelesaikan kewajiban, seperti renovasi maupun perbaikan fasilitas, operasionalnya dibuka kembali," kata Dhini kepada Bangkapos.com, Kamis (30/7/2026).

"Ada IPAL yang masih terkendala. Mereka harus memperbaikinya terlebih dahulu."

Nyayu Kurnia Ramadhini, Kepala SPPI Regional Babel

Menurut dia, salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar operasional.

"Ada IPAL yang masih terkendala. Mereka harus memperbaikinya terlebih dahulu. Setelah selesai, kami laporkan kepada pimpinan untuk divalidasi, baru kemudian operasionalnya dibuka kembali," ujarnya.

Saat ini, lima dapur yang masih menjalani penghentian sementara tersebar di sejumlah daerah, yakni satu dapur di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, dua dapur di Kecamatan Manggar dan satu dapur di Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur, serta satu dapur di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Seluruh pengelola diminta segera melengkapi sarana dan prasarana sesuai standar BGN.

"Untuk saat ini ada lima dapur yang masih menjalani penghentian sementara. Mereka diharapkan segera menyelesaikan perbaikan agar dapat kembali beroperasi," katanya.

Dhini menegaskan hingga kini belum ada dapur SPPG di Bangka Belitung yang ditutup secara permanen.

Menurut dia, seluruh penghentian operasional bersifat sementara sampai proses pembenahan selesai.

"Sejauh ini sifatnya masih sementara. Setelah memenuhi standar yang ditetapkan, dapur bisa kembali beroperasi," ujarnya.

Di sisi lain, Dhini memastikan kebijakan evaluasi yang dilakukan pimpinan baru BGN tidak berdampak pada pemutusan hubungan kerja tenaga di lingkungan SPPI maupun SPPG.

"Kalau untuk non-ASN maupun ASN tidak ada yang diberhentikan, baik sementara maupun permanen. Memang ada beberapa pergantian karena ada tenaga non-ASN yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan pribadi," katanya.

Ia menegaskan pengunduran diri tersebut murni keputusan pribadi dan tidak berkaitan dengan kebijakan penataan yang dilakukan BGN.

"Jadi tidak ada pemberhentian. Yang ada hanya pergantian karena ada yang mengundurkan diri, misalnya pindah domisili dan alasan pribadi lainnya. Itu tidak berhubungan dengan kebijakan Kepala BGN," ujarnya. (x1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.