Masa Kritis 72 Jam Dimulai, Jepang Terus Kerahkan Tim SAR Usai Gempa Kumamoto Tewaskan 34 Warga
Muhammad TaufiqRahman July 31, 2026 10:11 AM

- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026), menewaskan sedikitnya 34 orang.

Jumlah korban tersebut masih dalam proses verifikasi untuk memastikan seluruh kematian berkaitan langsung dengan dampak gempa.

Di tengah bertambahnya korban jiwa, tim SAR Jepang terus melakukan pencarian.

Petugas disebut terus berpacu dengan batas waktu 72 jam pertama setelah gempa.

Periode itu menjadi masa paling menentukan dalam operasi penyelamatan korban bencana.

Gempa berpusat di sekitar Kota Uto, sekitar 48 kilometer dari selatan Kota Kumamoto.

Guncangan kuat menyebabkan bangunan runtuh dan memicu sejumlah kebakaran.

Wilayah Kota Kumamoto yang dihuni lebih dari 700.000 orang menjadi salah satu daerah yang terdampak paling parah.

Selain korban jiwa, gempa juga mengganggu kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak.

Sekitar 100.000 rumah tangga masih mengalami gangguan pasokan air bersih.

Sementara hampir 20.000 rumah belum kembali mendapatkan aliran listrik.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan sekitar 9.800 warga kini mengungsi di sejumlah pusat evakuasi.

Ia mengingatkan para pengungsi juga menghadapi ancaman suhu panas yang diperkirakan melewati 35 derajat Celsius.

"Kita berada pada titik krusial di mana pemberian bantuan kepada para korban, termasuk memastikan lingkungan yang aman dan higienis di pusat-pusat evakuasi, menjadi prioritas utama," ujar Takaichi.

Hingga Kamis (30/7/2026), tim SAR masih menyisir lokasi terdampak yang dipenuhi reruntuhan bangunan.

Petugas terus mencari warga yang diduga masih terjebak setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.