Confluent dua hari lalu di Jakarta membagikan sejumlah temuan dari 2026 Data Streaming Report: Bridging the Gap Between Data and AI Value, utamanya yang spesifik Indonesia. Banyak pemimpin TI Indonesia menilai DSP (data streaming platform) merupakan prioritas investasi. Pasalnya mereka meyakini DSP bisa meningkatkan dampak positif dari investasi AI (artificial intelligence). Adapun temuan-temuan yang dibagikan Confluent tersebut tentunya bisa menjadi masukan bagi para perusahaan di tanah air.
Confluent Data Streaming Report sendiri merupakan laporan dari studi tahunan Confluent perihal DSP dan dampaknya pada bisnis. Confluent 2026 Data Streaming Report adalah edisi terbaru. Sejumlah temuan dari Confluent 2025 Data Streaming Report, Confluent Data Streaming Report edisi sebelumnya, bisa dilihat di sini.
Survei yang mendasari Confluent 2026 Data Streaming Report adalah survei terhadap 4.625 pemimpin TI dari 14 negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, Prancis, Jerman, Britania Raya, Spanyol, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Australia, India, Jepang, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Para pemipin TI yang disurvei juga adalah para pemimpin TI yang sudah tidak asing dengan DSP. Mereka pun bekerja pada berbagai perusahaan dengan 500 karyawan atau lebih. Khusus Indonesia, jumlah yang menjadi responden adalah 225 pemimpin TI.
“Kita mencoba memotret kondisi maturity daripada kesiapan data perusahaan-perusahaan global [pada era AI],” sebut Rully Moulany (Area Vice President, Asia, Confluent). “Dan sengaja juga kita potret buat responden yang sudah memiliki familiaritas, yang sudah cukup mengenal apa itu platform data streaming. Karena tentu saja tujuannya lebih kepada deep dive di area AI dan implikasi ke [dari] data streaming.”
Secara “global”, Confluent 2026 Data Streaming Report mengungkapkan 88% responden menilai DSP sebagai prioritas investasi serta 94% responden meyakini DSP bisa meningkatkan dampak positif dari investasi AI. Temuan-temuan ini menunjukkan para pemimpin TI yang tidak asing dengan DSP, setidaknya yang disurvei, menilai DSP sebagai bagian penting dari strategi data dan AI.
Khusus Indonesia, porsi-porsimya lebih tinggi lagi. Khusus Indonesia, Confluent 2026 Data Streaming Report menyebutkan 98% pemimpin TI menilai DSP sebagai prioritas investasi serta 99% meyakini DSP bisa meningkatkan dampak positif dari investasi AI. Confluent bahkan menekankan 99% adalah porsi tertinggi pada 2026 Data Streaming Report. Dengan kata lain, hampir semua pemimpin TI di Indonesia—lebih banyak dari global—menilai DSP memiliki peran penting dalam pemanfaatan data dan AI oleh para perusahaan masa kini.
Pasalnya, DSP membolehkan data dialirkan secara real-time atau mendekati real-time ke AI dari capture. DSP membolehkan AI untuk mendapatkan data terkini sehingga bisa mendapatkan konteks terkini dan memberikan hasil yang lebih baik. Perihal real-time ini makin penting pula dengan agentic AI. Seperti contoh yang biasa dikemukakan Confluent, ketika Anda ingin menyeberangi jalan raya dengan aman, Anda tentunya membutuhkan data lalu lintas terkini di jalan raya tersebut.
DSP Atasi Tantangan AI
Pentingnya peran DSP dalam data dan AI modern pun tercermin dari banyaknya pemimpin TI di tanah air yang menilai tantangan-tantangan utama dalam memberikan data terkini untuk AI; sekaligus tantangan-tantangan utama dalam mengakselerasi adopsi AI, termasuk agentic AI, di Indonesia: adalah kurangnya infrastruktur untuk memproses data real-time, kepemilikan data yang terfragmentasi, serta memastikan data lineage dan kualitas data. Selain itu, gap keahlian AI turut menjadi tantangan pula.
Confluent 2026 Data Streaming Report mengungkapkan 79% pemimpin TI menilai kurangnya infrastruktur untuk memproses data real-time menjadi tantangan, 78% pemimpin TI menilai kepemilikan data yang terfragmentasi adalah tantangan, dan 77% menilai memastikan data lineage dan kualitas data adalah tantangan. Sementara itu, 80% pemimpin TI menilai gap keahlian AI turut menjadi tantangan.
Sebagai DSP, Confluent menegaskan bisa membantu para perusahaan di tanah air mengatasi tantangan-tantangan tersebut, khususnya kurangnya infrastruktur untuk memproses data real-time, kepemilikan data yang terfragmentasi, serta memastikan data lineage dan kualitas data. Adapun gap keahlian AI antara lain bisa dengan pelatihan.
“Organisasi-organisasi di Indonesia tidak kekurangan ambisi dalam hal AI, namun penelitian kami menunjukkan bahwa mereka terhambat oleh infrastruktur data yang tidak pernah dirancang untuk sistem real-time dan otonom [agentic AI]. Para pemimpin TI di Indonesia lebih meyakini—dibandingkan hampir semua wilayah lain yang kami survei—bahwa data streaming dapat menutup kesenjangan ini, itulah sebabnya data streaming telah menggeser AI itu sendiri sebagai prioritas strategis utama di Indonesia,” sebut Rully.
Confluent 2026 Data Streaming Report juga mengemukakan berbagai temuan lain. Sejumlah temuan khusus Indonesia yang dikedepankan Confluent berupa 82% responden mengatakan DSP membantu mereka beroleh ROI (return on investment) sebesar 200% atau lebih; 74% responden mengatakan DSP digunakan pada sistem-sistem bisnis yang kritikal; 76% responden mengatakan DSP membolehkan data yang lebih tepercaya, kontekstual, dan discoverable; serta 91% responden percaya DSP adalah kunci untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis yang data driven dengan 84% mengatakan DSP membantu menumbuhkan pendapatan.
Berdasarkan Confluent 2026 Data Streaming Report, Confluent menyampaikan pula tiga hal yang menjadi keyakinannya perihal AI. Pertama adalah infrastruktur data real-time akan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kedua adalah AI akan mengakselerasi modernisasi sistem-sistem legacy. Ketiga adalah platform terpadu yang mengintegrasikan streaming, tata kelola, dan penyimpanan akan menjadi prioritas. Confluent tentunya menawarkan hal-hal tersebut.
“Jadi, semua ini, finding ini, menurut saya semakin memvalidasi positioning kami di Indonesia, dan bahwa keputusan kami untuk invest di Indonesia, untuk membesarkan tim kami di Indonesia, dan untuk terus melakukan hal-hal seperti ini … menjadi lebih penting lagi. Ya, ini validasi terhadap itu semua,” pungkas Rully.