100 KK di Lahat Dapat Bantuan 2.400 Ayam Petelur, Desa Sirah Pulau Target Jadi Sentra Telur Mandiri
Welly Hadinata July 31, 2026 10:47 AM

SRIPOKU.COM, LAHAT – Warga Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumsel, mulai mengembangkan budidaya ayam petelur skala rumahan dan komunal setelah menerima bantuan dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Program yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tersebut menyasar 100 kepala keluarga (KK) di Desa Sirah Pulau sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menyiapkan sumber penghasilan berkelanjutan pascatambang.

Sustainable Economic, Social and Environment Department Head PTBA, Listati, didampingi Sustainable Community Development Section Head PTBA, Ajis Purnomo, mengatakan program tersebut merupakan bentuk investasi sosial perusahaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Pada tahap pertama, PTBA menyalurkan 2.400 ekor ayam petelur, paket kandang skala rumahan dan komunal, pasokan pakan berkualitas, serta pendampingan intensif oleh tenaga ahli yang didatangkan dari luar provinsi.

"Bantuan menyeluruh dari hulu ke hilir ini disiapkan agar 100 kepala keluarga penerima manfaat benar-benar siap menjadi produsen telur yang mandiri," ujar Listati saat pelatihan di Desa Sirah Pulau, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan seluruh bantuan telah dipersiapkan bersama mitra dengan perencanaan yang matang agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Program ini melibatkan banyak pihak, dipersiapkan secara terukur dan didukung tenaga ahli agar proses pendampingan berjalan optimal," katanya.

Dalam pelaksanaannya, PTBA bekerja sama dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pendamping program.

Melalui program tersebut, PTBA menargetkan Desa Sirah Pulau menjadi desa percontohan nasional sebagai sentra produksi telur ayam berbasis budidaya skala rumahan.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari strategi menciptakan sumber ekonomi baru sebagai persiapan menghadapi masa pascatambang.

"Kami optimistis program ini akan menjadi solusi ekonomi baru bagi masyarakat ketika aktivitas pertambangan nantinya berakhir," tambahnya.

Program tersebut turut mendapat pendampingan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M).

Sekretaris FP2M, Sapril, mengatakan pihaknya siap mengawal penyaluran dan pengelolaan bantuan agar benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

"Harapan kami, Desa Sirah Pulau ke depan tidak hanya dikenal sebagai kawasan penyangga pertambangan, tetapi juga menjadi sentra produksi telur ayam berkualitas yang mampu memasok kebutuhan berbagai daerah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sirah Pulau, Hendra Febriansyah, menyambut baik program tersebut dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal.

Menurutnya, budidaya ayam petelur menjadi peluang baru bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mewujudkan Desa Sirah Pulau sebagai desa mandiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.