BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus menggenjot peningkatan hasil produksi pertanian melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System alias PM-AAS.
Penerapan sistem tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju pola budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi modern ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, PM-AAS menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor pertanian di daerah.
Inovasi tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Pemerintah daerah mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia beserta seluruh pihak yang telah bersinergi menghadirkan inovasi tersebut.
“Penerapan sistem pertanian modern atau PM-AAS ini menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor pertanian di Kabupaten Bangka Selatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (31/7/2026).
Debby menjelaskan pengelolaan pertanian kini tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Petani mulai mengadopsi teknologi presisi, seperti mekanisasi dan penggunaan drone pertanian, untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
Teknologi tersebut terbukti mampu mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan hasil produksi secara signifikan. Pemerintah daerah akan terus memperkuat penerapan PM-AAS melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung pertanian.
Saat ini program PM-AAS telah dilaksanakan di sejumlah lokasi yang menjadi sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan.
Yakni di Desa Rias, Kecamatan Toboali dan Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan petani akan terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi modern dapat diterapkan secara optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
“Kami terus mendukung pengembangan sektor pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, pendampingan kepada petani, serta pemanfaatan inovasi teknologi pertanian agar produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat,” jelas Debby.
Wabup menilai keberhasilan peningkatan produksi pertanian membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, instansi kementerian, penyuluh pertanian, dan masyarakat petani menjadi faktor penting dalam memperluas penerapan PM-AAS. Kolaborasi tersebut diyakini akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Penerapan teknologi pertanian modern secara konsisten akan mengukuhkan Bangka Selatan sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian akan menjadi modal penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani. Pemkab Bangka Selatan pun berkomitmen menjaga keberlanjutan penerapan PM-AAS di daerah.
“Kami optimis, dengan konsistensi penerapannya, Bangka Selatan dapat mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus menopang target swasembada pangan nasional,” ucapnya.
Debby memastikan Kodim 0432/Bangka Selatan juga ikut berkomitmen untuk terus mendukung pendampingan kepada petani bersama penyuluh pertanian. Pendampingan dilakukan mulai dari pengolahan lahan, penerapan teknologi modern, hingga masa panen sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, petani juga mendapatkan materi mengenai budidaya padi modern dan berdiskusi langsung terkait penerapan teknologi berbasis PM-AAS.
“TNI akan melakukan pendampingan kepada para petani bersama penyuluh pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penerapan teknologi modern, hingga masa panen sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Debby. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)