TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Fenomena El-Nino atau kemarau panjang mulai berdampak signifikan di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Sebanyak 12 desa tersebar di lima kecamatan se-kabupaten Mamuju Tengah dilaporkan saat ini mengalami kekeringan.
Hal ini diungkapkan Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Ari Prayitno, dalam rapat koordinasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan El-Nino digelar di Mapolres Mamuju Tengah, Jl H Aras Tammauni, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Trauma, Warga Tikke Muara Pasangkayu Minta Pemerintah Bantu Kurangi Populasi Buaya
Baca juga: Warga Sulbar Butuh Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Suhu Makin Panas
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) terkait guna menyamakan langkah dalam menghadapi bencana kekeringan.
Berdasarkan data disampaikan, berikut rincian desa-desa terdampak kekeringan di masing-masing kecamatan:
1. Desa Pololereng
2.Desa Sartanamaju
3.Desa Polo Pangale
4.Desa Kuo
1. Desa Salugatta
2. Desa Pontanakyyang
3. Desa Tinali
4.Desa Babana
1. Desa Kabubu
2. Desa Paraili
3. Desa Salupangkang
4.Desa Topoyo
1. Desa Tobadak
2. Desa Saluadak
3. Desa Sejati
4.Desa Palongaan
1. Desa Karossa
2. Desa Kayu Calla.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah