TRIBUNJAMBI.COM - Keputusan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, untuk berlaga di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendulang perhatian publik.
Pilihan politik tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang penuh perhitungan simbolis sekaligus penanda dimulainya rivalitas terbuka di arena politik nasional.
Dapil Jawa Tengah V yang mencakup Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sukoharjo terkenal sebagai dapil 'panas'.
Selain mengantongi daftar pemilih tetap yang cukup masif mencapai 2,9 juta jiwa pada Pemilu 2024, arena ini merupakan benteng pertahanan utama atau kandang banteng milik PDI Perjuangan.
Pada Pemilu 2024 lalu, PDIP mendominasi wilayah Solo Raya tersebut dengan raupan fantastis mencapai 774.282 suara, di mana Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertengger sebagai peraih suara personal tertinggi nasional sebanyak 297.366 suara.
Zona Aman dan Penelusuran Jejak Politik Jokowi
Pengamat politik dari Universitas Surakarta (UNSA), Budiman Widodo, menilai pilihan Kaesang merapat ke Dapil Jateng V tidak terlepas dari bayang-bayang serta pengaruh besar sang ayah, mantan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Menurutnya, Solo Raya merupakan zona nyaman yang menjadi titik awal kejayaan karier politik Jokowi.
Sebagaimana diketahui, rekam jejak kepemimpinan Jokowi bermula dari kursi Wali Kota Surakarta dua periode (2005–2010 dan 2010–2012), sebelum akhirnya melenggang menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012–2014) dan memenangi kursi Presiden RI ke-7 selama dua dekade (2014–2024).
Baca juga: Kaesang Nyaleg di 2029, Golkar Santai: Dengan atau Tanpa Dia Tetap Ketat
Baca juga: KPK Bedah Potensi Korupsi Program MBG, Sekolah Rakyat Hingga Kopdes Merah Putih
Dikutip dari diskusi Overview di kanal YouTube Tribunnews pada Rabu (29/7/2026), Budiman membedah alasan emosional dan politis di balik keputusan putra bungsu Jokowi tersebut.
"Kenapa Mas Kaesang ini memilih Dapil Solo? Ya, tentu saja aman dan nyaman ya," kata Budiman Widodo.
"Kemudian juga didukung oleh faktor Pak Jokowi. Jelas ini ya, Pak Jokowi juga asli Solo dan dibesarkan di Solo. Karier politiknya juga diawali dari Solo. Ya, mungkin napak tilas lah begitu, kalau bagi saya ya," urainya menambahkan.
Pertarungan Head-to-Head: PSI vs PDIP, Kaesang vs Puan
Lebih jauh, Budiman menggarisbawahi bahwa kehadiran Kaesang di Dapil Jateng V secara otomatis menciptakan panggung pertarungan langsung (head-to-head) antara PSI dan PDIP.
Arena ini selama ini menjadi tempat penugasan bagi politisi kawakan PDIP skala nasional untuk mengamankan kursi perwakilan pusat.
"Kenapa ini masuk ke wilayah kandang banteng, karena peta persaingan. Istilah 'kandang banteng' itu muncul karena memang menjadi wilayah yang dikuasai PDIP," jelas Budiman.
"Padahal, ini yang namanya dari PDIP saja, calon dari pusat itu diterjunkan ke wilayah Dapil Jawa Tengah V, seperti yang kemarin masuk, Mas Aria Bima, Mas Didik Haryadi, itu akhirnya berhasil karena memang yakin dan potensial, wilayah Solo Raya, Dapil Jawa Tengah V menjadi massa pemilih mereka, basis mereka. Sekarang Mas Kaesang juga memilih daerah yang sama," lanjutnya.
Baca juga: Kaesang Tembus Kandang Banteng di 2029: Duel Trah Jokowi Vs Megawati
Baca juga: Israel Ledakkan 700 Ton Peledak di Terowongan Hizbullah Lebanon Selatan
Konstelasi ini diprediksi akan memicu duel sengit antartokoh utama dari kedua belah pihak di gelanggang elektoral yang sama pada Pileg 2029 mendatang.
"Dalam konteks adu nanti ya, pertarungan pileg nanti, mereka akan berhadapan. Kalau ini masih ditempatkan pada dapil yang sama, jago-jago dari PDIP ini nanti akan berhadapan langsung, head to head. Suka tidak suka, ini masih akan masuk ke wilayah itu. Head-to-head antara Mbak Puan dengan Mas Kaesang, yang merupakan representasi dari PSI dengan PDIP," pukas Budiman mengakhiri keterangannya.
Meski Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sudah mengumumkan akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan atau Dapil Jawa Tengah V.
Pengumuman itu disampaikan Kaesang saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kaesang mengatakan, dirinya akan bertanggung jawab menggarap wilayah Kota Solo sebagai bagian dari strategi pemenangan PSI di Dapil Jawa Tengah V.
Adapun wilayah Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten akan menjadi tanggung jawab kader PSI lainnya.
"Pesan yang saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum. Tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah," kata Kaesang, dilansir Kompas.com.
Kaesang juga mengajak seluruh kader PSI menjaga soliditas menjelang Pemilu 2029.
"Terima kasih atas doanya, dukungannya, saya mohon semuanya untuk bisa solid di 2029," ujar dia.
Politikus PDIP sekaligus mantan Calon Presiden di Pilpres 2024, Ganjar Pranowo, menanggapi pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang akan maju jadi caleg dari Dapil Jawa Tengah V.
Dia menyatakan Kaesang berhak maju.
“Dia bukan PDI Perjuangan. Jadi, setiap masyarakat punya hak dan negara melindungi hak untuk turut serta di dalam pemerintah,” kata Ganjar di Kantor DPP PDIP di Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Ganjar menyebut deklarasi Kaesang maju Pileg bukanlah bentuk tantangan Kaesang kepada PDIP.
“Orang nyalon kok nantang. Kamu nyalon boleh. Semuanya boleh,” katanya.
Ketika ditanya apakah Jateng masih akan menjadi “kandang banteng”, Ganjar dengan percaya diri mengiyakannya.
“Saya masih yakin kandang banteng,” kata politikus berambut putih itu.
Baca juga: 1 Satpol PP Kota Jambi Dicokok BNNP, Sabu Siap Edar
Baca juga: Profil Nurkholes, Wakil Bupati Pemalang yang Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pasca Anom Kena OTT KPK
Baca juga: Mahasiswa Desak Kejari Sungai Penuh Selidiki Dugaan Penyimpangan Anggaran di Dinkes Kerinci
Baca juga: Kuliah Sambil Bekerja Kini Lebih Mudah Berkat Sistem 100 Persen Online BINUS ONLINE